Daya Nyata pada Rangkaian Listrik AC

Setelah sebelumnya kita membahas mengenai Teori Segitiga Daya , postingan kali ini kita akan membahas Daya Nyata (Real Power).

Daya nyata P, juga dikenal sebagai Aktive Power / True Power,daya ini melakukan "pekerjaan nyata" di dalam sirkuit listrik. Daya nyata, diukur dalam watt, didefinisikan sebagai daya yang dikonsumsi oleh bagian resistif rangkaian. Kemudian daya nyata, P dalam rangkaian AC sama dengan power, P di sirkuit DC. Jadi seperti rangkaian DC, selalu dihitung sebagai I2R, di mana R adalah komponen resistif total rangkaian.

Karena resistansi tidak menghasilkan perbedaan fasor (pergeseran fasa) antara bentuk gelombang tegangan dan arus, semua daya yang berguna dikirim langsung ke tahanan dan diubah menjadi panas, cahaya dan kerja. Kemudian daya yang dikonsumsi oleh suatu perlawanan adalah daya nyata yang pada dasarnya merupakan daya rata-rata sirkuit.



Untuk menemukan nilai yang sesuai dari daya nyata, tegangan rms dan nilai arus dikalikan dengan kosinus dari sudut fasa θ seperti yang ditunjukkan persamaan berikut:

Daya Nyata (Real Power)  P = I2= V*I*cos(θ)  Watts, (W)

Tapi karena perbedaan fasa antara tegangan dan arus pada rangkaian resistif, pergeseran fasa antara dua bentuk gelombang akan menjadi nol (0). Kemudian:


Dimana daya nyata (P) dinyatakan dalam watt, voltase (V) pada rms volt dan arus (I) pada rms ampere.


Kemudian Daya Nyata adalah elemen resistif I2R yang diukur dalam watt, yang adalah apa yang Anda baca di meteran energi utilitas Anda dan memiliki unit di Watts (W), Kilowatts (kW), dan Megawatt (MW). Perhatikan bahwa Daya Nyata, P selalu positif.
Daya Nyata pada Rangkaian Listrik AC Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

No comments:

Berlangganan Via Email