Prinsip Kerja Sensor Vibrasi | Mesin Pembangkit Listrik

Detektor (sensor /pick-up), diperlukan untuk mengukur vibrasi dengan cara menrubah gerakan mekanis menjadi sinyal listrik. Ada 3 tipe transducer yang banyak digunakan yaitu :
1. Velocity pick-up
2. Displacement pick-up
3. Accelerometer


Masing-masing sensor memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri sehingga tidak ada satupun tipe transducer yang dapat memenuhi semua pengukuran vibrasi. Untuk itu, memilih sensor yang tepat untuk suatu keperluan sangat penting.


1. Velocity Pick-Up (Sensor Velocity)

Dalam pengukuran vibrasi banyak digunakan sensor velocity baik untuk pengukurannya sendiri, maupun untuk balancing dan analisis karena sensor ini untuk digunakan maupun   pemasangannya dapat dengan cara dipegang tangan serta memiliki output besar. 


Gambar berikut  adalah gambar skematik konstruksi dasar sebuah sensor velocity. 

Mass (4) dililiti oleh kumparan yang sangat halus dan ditopang oleh spring (5). Sensor velocity ini dirancang untuk mengukur kecepatan vibrasi yang memiliki trekuensi lebih besar dari frekuensi pribadi sistem mass yang ada. Oleh karena itu spring harus memiliki kekakuan yang rendah. Damping diperlukan agar tidak terjadi output yang berlebihan pada frekuensi naturalnya. Pada selubung (Pick-up case, 1) dipasang magnet tetap (6) berkekuatan tinggi.

Prinsip Kerja Pengukuran Velocity 


Pada waktu sensor ini digunakan, permukaan A ditempelkan dengan kuat pada benda yang bergetar, misalnya rumah bantalan. Akibat dari getaran tersebut pick-up case (I) akan bergetar sedangkan mass system (4) relatif diam karena adanya damper (3). Akibatnya timbul peristiwa pembentukan energi listrik dengan konsep dasar sebagai berikut :


"Apabila konduktor digerakan didalam medan magnet, atau medan magnet digerakan menembus konduktor, maka konduktor tersebut akan menghasilkan tegangan listrik (emf)".


Semakin tinggi amplitude getaran yang diukur akan semakin besar pula tegangan output detektor. Tegangan inilah yang diukur sebagai amplitude vibrasi.


Sifat-sifat sensor velocity :


> Sensor ini merupakan sensor aktip yang yang tidak memerlukan catu daya

> Konstruksi sensor berupa elektromekanik bergerak yang dapat menjadi aus.

> Untuk pengukuran yang tidak terlalu akurat. pemasangan sensor tidak terlalu kritis, yaitu sensor dapat dipegang tangan dengan menggunakan tambahan stick atau dengan menggunakan magnet,   base  atau dipasang dengan baut.

> Ukuran fisiknya relatip besar sehingga frekwensi pribadinya kecil (8 s/d 10 Hz.)

> Daerah kerja frekwensi pengukuran diatas frekuensi pribadinya yaitu > 10 Hz s/d 1.000 Hz.

Pemasangan sensor velocity dipasang tegak lurus pada rumah bantalan baik menggunakan baut ataupun dipegang tangan. Outputnya dihubungkan dengan processor sehingga menghasilkan pengukuran getaran.

Transducer selanjutnya yang biasa digunakan untuk mengukur vibrasi adalah sensor type displacement yang akan dijelaskan pada link berikut :

Prinsip Kerja Sensor Vibrasi | Mesin Pembangkit Listrik Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

No comments:

Berlangganan Via Email