Mengenal Prinsip Kerja Moog Servo Valve | Instrumentasi

Moog G761K seri Industrial servo valve terdiri dari torsi motor listrik terpolarisasi dan dua tahap penguatan tenaga hidrolik (hydraulic power amplification) . Armature motor meluas ke celah udara dari rangkaian fluks magnetik dan didukung dalam posisi ini oleh flexure tube member (bagian dari tabung lentur). Tabung lentur (flexure tube) bertindak sebagai seal antara bagian elektromagnetik dan hidrolik dari valve. Dua kumparan bermotor mengelilingi angker, satu di setiap sisi dari flexure tube.


Gambar 1 Moog Servo Valve G761K Series

Gambar 2. Bagian-bagian G761K Series  Moog Servo Valve

Flapper dari tahap penguat hidrolik pertama secara ketat melekat pada titik tengah angker. flapper meluas melalui tabung lentur (flexure tube) dan lewat di antara dua nozel, menciptakan dua lubang variabel antara nozzle tips dan flapper.Tekanan dikendalikan oleh flapper dan nozzle variable orifice diumpankan ke area second stage spool.


Tahap kedua adalah konvensional desain spool 4-way dimana aliran keluaran dari valve, pada fixed valve pressure drop, sebanding dengan spool perpindahan dari posisi nol. Sebuah pegas cantilever feedback adalah tetap untuk flapper dan melibatkan slot di pusat spool. Pemindahan spool mengalihkan feedback spring yang menciptakan kekuatan pada unit armature / flapper.


Sinyal input menginduksi muatan magnet di angker dan menyebabkan defleksi angker dan flapper. perakitan ini berporos tentang flexure tube dan meningkatkan ukuran satu nozzle lubang dan mengurangi ukuran lainnya.

Tindakan ini menciptakan tekanan diferensial dari satu ujung spool ke yang lain dan mengakibatkan perpindahan spool. Perpindahan Spool mentransmisikan kekuatan di kawat umpan balik (feedback wire)  yang menentang torsi sinyal input asli. Spool terus bergerak sampai gaya umpan balik kawat sama dengan kekuatan sinyal input.

Mengenal Prinsip Kerja Moog Servo Valve | Instrumentasi Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

No comments:

Berlangganan Via Email