Dasar Sistem Elektronik | Pengantar Power Electronic

Bagaimana cara kerja suatu sistem elektronik ?

Sistem Elektronik adalah interkoneksi fisik komponen, atau bagian, yang mengumpulkan berbagai jumlah informasi bersama dengan bantuan perangkat input seperti sensor, menanggapi dalam beberapa cara untuk informasi ini dan kemudian menggunakan energi listrik dalam bentuk tindakan output mengontrol proses fisik atau melakukan beberapa jenis operasi matematika pada sinyal.

Namun, sistem kontrol elektronik juga dapat dianggap sebagai proses yang mengubah satu sinyal ke lain sehingga memberikan respon sistem yang diinginkan. Maka kita dapat mengatakan bahwa sistem elektronik sederhana terdiri dari input, proses, dan output dengan variabel input ke sistem dan variabel output dari sistem keduanya menjadi sinyal. 


Ada banyak cara untuk mewakili sistem, misalnya: matematis, deskriptif, pictorially atau secara skematik. Sistem elektronik umumnya diwakili bagan sebagai rangkaian blok yang saling berhubungan dan sinyal dengan setiap blok memiliki menetapkan sendiri input dan output.


Bahkan yang paling kompleks Sistem Electronic Control dapat diwakili oleh kombinasi blok sederhana, dengan setiap blok mengandung atau mewakili komponen individu atau lengkap sub-sistem. Yang mewakili suatu sistem elektronik atau sistem kontrol proses sebagai jumlah blok yang saling berhubungan atau kotak yang umum dikenal sebagai "representasi block-diagram".

Sistem Elektronik memiliki kedua input dan output dengan  output yang dihasilkan dengan mengolah masukan. Juga, sinyal input (s) dapat menyebabkan proses untuk mengubah atau mungkin  menyebabkan pengoperasian sistem untuk mengubah suatu nilai output. Oleh karena itu input (s) ke sistem adalah "penyebab" perubahan, sementara tindakan yang dihasilkan yang terjadi pada output sistem karena sebab ini hadir disebut "efek", dengan efek menjadi konsekuensi dari penyebabnya . 


Dengan kata lain, sistem elektronik dapat digolongkan sebagai "sebab-akibat" di alam karena ada hubungan langsung antara input dan output. Analisis sistem elektronik dan teori kontrol proses umumnya didasarkan pada Penyebab dan analisis Efek.

contohnya dalam sistem audio, mikrofon (input device) menyebabkan gelombang suara untuk diubah menjadi sinyal listrik untuk penguat untuk memperkuat (proses), dan loudspeaker (perangkat output) menghasilkan gelombang suara sebagai akibat dari didorong oleh sinyal-sinyal listrik amplifier. 


Tapi sistem elektronik tidak perlu operasi sederhana atau tunggal. Hal ini juga dapat menjadi interkoneksi dari beberapa sub-sistem semua bekerja sama dalam sistem secara keseluruhan yang sama.

Sistem audio kita bisa misalnya, melibatkan sambungan dari CD player, atau pemutar DVD, MP3 player, mp3 player di komputer atau penerima radio semua menjadi beberapa input ke penguat yang sama yang pada gilirannya mendorong satu atau lebih set stereo atau home theater surround pengeras suara. 


Tapi sistem elektronik tidak bisa hanya memiliki input dan output, itu harus "melakukan" sesuatu, bahkan jika itu hanya untuk mengubah "ON" suatu lampu. Kita tahu bahwa sensor adalah perangkat input yang mendeteksi atau mengubah pengukuran dunia nyata menjadi sinyal elektronik yang kemudian dapat diproses. Sinyal-sinyal listrik bisa dalam bentuk baik tegangan atau arus dalam sirkuit. Perangkat berlawanan atau output disebut aktuator, yang mengubah sinyal diolah menjadi beberapa operasi atau tindakan, biasanya dalam bentuk gerakan mekanis.
Dasar Sistem Elektronik | Pengantar Power Electronic Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

Berlangganan Via Email