Mencari Gagasan Usaha | Ide Bisnis

MENGENAL PANGGILAN JIWA
Supaya berhasil dalam usaha, seseorang harus benar benar mengenal panggilan jiwanya dan mampu memenuhi keinginan pasar dari gelora jiwa yang bersemangat. Seperti wirausaha wirausaha muda lainnya yang sukses, maka anda pun bisa berhasil dengan memperlihatkan ketiga faktor sbb:
> Cocok dengan diri kita. Peluang itu bersifat personal, akrab dengan Anda, yang memerlukan kemampuan ( skil ), kepribadian dan anda sukai sesuai dengan hobi / minat.
> Akses
Anda dapat mengaksesnya, hal ini berkaitan dengan jaringan, lingkungan pendukung.
> Potensial
Komersialisasinya harus mampu memberikan tingkat pertumbuhan dan pengembalian investasi yang layak.

Untuk mendapatkan ide usaha yang potensial, enterpreneur harus memulainya dengan analisis berikut ini :
1. Apa yang paling anda senangi?
2. Apa kegemaran / hobi anda ?
3. Produk dan proses apa yang paling anda ketahui ?
4. Adakah sesuatu yang ingin anda lakukan ketika sedang menganggur ?
5. Apakah tujuan terpenting anda dalam bisnis sendiri ? Apakah mendapatkan keuntungan, kebebasan / yang lainnya?
6. Ide mana yang muncul sebagai response terhadap 4 pertanyaan pertama diatas yang memenuhi tujuan pada pertanyaan no. 5 ?
Bila anda mampu menjawab keenam pertanyaan diatas maka anda mulai bisa memahami bahwa masing masing orang mempunyai keunikan dan kepribadian yang berbeda beda. Keunikan dan pembawaan seseorang penting iketahui dan diperiksa ( selain hobi ) sebelum memutuskan untuk mengusahakan sesuatu.

Manusia Tipe Dominan ( D )
Orang tipe D memiliki motivasi yang kuat untuk mengejar prestasi. Perilakunya selalu berorientasi ke hasil akhir dari suatu pekerjaan / tanggung jawab. Dia sangat menyukai tantangan. Agar berhasil mereka bersedia bekerja keras, bahkan kalau perlu dengan cara apa saja. Sayangnya dia kurang perduli dengan lingkungan pergaulan, tidak banyak bicara bertindak cepat dan praktis langsung ke sasaran.

Individu Tipe D menyukai kebebasan, tidak suka diatur orang lain, bebas berkreasi, bebas mengembangkan ide idenya sendiri untuk mengalahkan tantangan yang ia hadapi. Bagi Orang tipe D bekerjaan bermutu adalah pekerjaan dengan tingkat kesulitan yang tinggi, dengan demikian mereka merasa tantangan dan mendapatkan kepuasan setelah berhasil.

Para Dominan yang bekerja di suatu perusahaan menginginkan status dan jenjang yang jelas karena bagi mereka hal itu merupakan penghargaan atas prestasi presatsi kerja.

Manusia Tipe Populer ( P )
Orang orang Tipe P termotivasi untuk memperoleh pengakuan dari banyak orang sehingga mereka merasa sebagai orang penting di lingkungannya. Mereka menginginkan popularitas, dan untuk itu mereka akan berusaha sebisa mungkin untuk mencari pengaruh ( influence ) kesana kemari.

Tipe P menginginkan prestise, banyak bicara dan sangat membanggakan hubungan hubungan yang hangat serta bersahabat dengan berbagai pihak. Sebaiagi konsekuensi dari sifatnya yang extrovert, rang P sangat menyenangi pergaulan dan pintar bergaul. Mereka tidak segan seganmenolong orang lain dan memotivasi siapapun yang membutuhkan dorongan guna mencapai kemajuan kemajuan dalam bisnis atau kehidupan ini. Berbicara baik antar pribadi maupun didepan publik sambil melontarkan berbagai gaagsan dan ide ide merupakan kemampuan yang cukup spesifik. Itu semua menyebabkan mereka bergairah.


Manusia Tipe Tenang (T)
Kelompok manusia bertipe T terdorong oleh motivasi persahabatan dan saling menghargai. Mereka juga extrvert, senang dan pandai. Akan tetapi mereka tidak mempunyai ambisi besar dalam mencapai prestasi apapun. Semua dilakukan secara biasa biasa saja, mereka tenang, kalem dan ramah tamah. Mereka bahkan dianggap sebagai orang orang yang mudah diajak konsultasi / berdskusi, terutama karena sebagia diantaranya dianggap berotak besar.

Manusia Tiep Konvensional (K)
Orang tipe K biasanya bekerja pada acuan ketelitian, hasil akhir yang benar dan sempurna menurut kaidah kaidah yang sudah baku, mereka kurang peduli dengan lingkungan sosialnya sehingga condong membatasi diri dalam berhibungan dengan manusia lain, sebagai kompensasinya mereka sangat teliti dalam pekerjaan, perfeksionis, selalu mengacu pada kesempurnaan hasil akhir. Akan tetapi karena terlalu teliti mereka kurang membatasi waktu, berharap adanya tuntutan yang jelas langkah demi langkah serta dukungan yang menyeluruh.

Orang Dominan Kelompok Kreatif
Terdiri dari orang orang yang karena kreatifitasnya sangat mendambakan kebebasan, dalam bekerja mereka berorientasi pada pencapaian hasil akhir yang baik. Biasa bekerja sndiri, tidak banyak bicara. Mereka ergolong orang orang yang tidak pintar ngomong. Karena sifatnya dominan dalam berwirausaha seyogyanya mereka lebih memilih bidang usaha yang tidak perlu banyak berhiungan denga orang lain guna lobi melobi. Tugas itu tidak cocok dengan kepribadiannya.

Mereka termasuk introvert, oleh karena itu lebih baij mereka bergerak dalam bidang produksi, menghasilkan prduk produk tertentu. Disini semua ambisi, kebebasan berkreasi, serta gagasa gagasan inovasi bisa terlampiaskan. Mereka bisa mendirikan industri industri besar atau mencoba industri rumahan / kerjaninan.
Orang Populis, Kelompok Konsultatif
Orang orang dari kelompok ini bersifat dominatif, dan dalam pembawaan extrovert mereka menyukai pergaulan, senang bertemu dengan publik, dan pandai berbicara. Mereka cenderung memepengaruhi orang lain. Senag popularitas, kebanyakan dari mereka suka membantu dan menolong oleh karena itu orang orang konsultatif lebih sesuai berbisnis dalam bidang usaha yang bersifat mengarahkan atau memberi instruksi. Misalnya menjadi konsultan, memuka kursus, menjadi pelatih olah raga, bisa juga dalam bidang dsitribusi dan perdagangan.
Orang Tenang, Kelompok Servis/ Pelayan.
Kelompok ini lebih cocok dalam bidnag usaha yang memeberikan layanan pada pihak lain, Kelebihan orang servis adalah kemmapuannya mengikuti keinginan orang orang yang dilayani dengan tulus. Perilaku orang tipe ini berlawanan dengan kelompok konsultatif yang justru berusaha mengendalikan orang lain.
Bidang usaha layanan / jasa bisa bermacam macam, mulai dari membuka bengkel otomotif, elektronik, rumah makan, rumah sakit, dan berbagai usaha jasa lainnya.

Bidang Usaha Kelompok Kreatif
Selain menetahui kepribadiannya, seseorang perlu juga mengecek apakah dia mempunyai ketrampian khusus, menguasai ilmu pengetahuan tertentu atau hobi yang khas. Semua hal tersebut akan menjadi modal yang berharga bagi kelanjutan perwujudan usaha.
Contoh bidang usaha dalam sektor produksi :
Bidang usaha makanan dan minuman, Kerajinan, logam, pertanian dan agrobisnis, peternakan dan hasil hasil tambak, sablon, penerbitan, kartu ucapan, karya karya intelektual.

Bidang Usaha Kelompok Konsultif
Untuk kalangan yang ekstrovert dominan, bidang bidang yang memungkinkan mereka berada pada posisi sebagai pemegang kendali, usaha usaha yang cocok untuk kalangan ini adalah :
1. Jasa konsultasi
2. Kursus
3. Pusat kebugaran dan pelatihan olahraga
4. Bidang Perdagangan


Bidang Usaha Kelompok Pelayan
Kelompok ini termasuk extrivert tetapi kepribadiannya berbeda dengan kelompok konsultatif, kelompok servis cenderung melayani atau mengikuti keinginan keinginan orang lain, bidang yang sesuai antara lain :
Biri jasa, biro teknik, jasa pengetikan, fotokopi dan jilid, sablon pesanan, perbengkelan, kontraktor dan jasa perbaikan bangunan, rumah kost, salon, makelar.

Bidang Usaha Kelompok Analitis
Kelompok analitis sebenarnya kurang suka bertemu dengan banyak orang apalagi jika frekuensinya sangat sering. Oleh karena itu sebaiknya mereka berusaha dalam bidang bidang yang tidak mengharuskan mereka terlalu banyak bersosialisasi tetapi cukup memeberi mereka kesempatan berkonsentrasi penuh memecahkan masalah,
Bidang usaha semacam itu antara lain :
Jasa penerjemah, Jasa reparasi perangkat elektronik dan teknoloi informasi, perancang busana, karya intelektual, Laundry, Jasa Penjahitan.

Mencari Gagasan Usaha | Ide Bisnis Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

Berlangganan Via Email