BERANI MENGAMBIL RESIKO DALAM BISNIS

Sobat kali ini akan dibahas mengenai pengelolaan resiko dalam berwirausaha, saya posting kali ini karen akebetulan ada tugas kewirausaah sekalian saya share agar bisa menjadi media belajar bagi sobat sobat semua.

DEFINISI RESIKO


Secara spesifik Resiko didefinisikan sebagai adanya konsekuensi sebagai dampak adanya ketidakpastian yang memunculkan dampak yang merugikan pelaku usaha. Konsekuensi yang memunculkan dampak yang menguntungkan tidak termasuk sebagai resiko. Konsekuensi positif ini dianggap sebagai keuntungan yang diharapkan.

Resiko seperti diatas akan selalu ada dalam kehidupan usaha sehari hari. Intensitas resiko tersebut akan terus meningkat manakala kita melaukan kegiatan bisnis.

MOTIVASI MENGAMBIL RESIKO

Seseorang berani mengambil resiko bisa jadi didasari oleh keinginan untuk mendapatkan tingkat pengembalian / keuntungan yang sepadan dengan pengorbanan yang telah dia keluarkan. Ketika seseorang melakukan kegiatan yang mengambil resiko karena menginginkan keuntungan biasanya dia mampu mengkalkulasi besarnya resiko.

Atas dasar kalkulasi tersebut dia akan menetapkan target keuntungan yang dikehendaki. Contohnya seseorang memiliki uang yang akan diinvestasikan, dia bisa memilih untuk menabing di bank yang hanya memberi bunga sebesar 5% yang pasti akan dia dapatkan setiap bulannya atau menginvestasikan dalam bentuk kuliner dengan potensi keuntungan 300% , Namun dengan potensi keuntungan yang besar itu dia juga memiliki resiko ketidakpastian, yaitu risiko hasil keuntungan.

Alasan lain seseorang mengambil resiko adalah karena faktor kepepet. Seseorang terpaksa mengambil resiko karena kondisi yang menyertainya. Karena kepepet bisa jadi seseorang tidak terlalu menghiraukan resiko resiko yang dihadapi. Jika seseorang memahami resiko yang dihadapi biasanya dia tidak punya cukup waktu untuk mengkalkulasi besarnya resiko risioko tersebut.

JENIS JENIS RISIKO DALAM BISNIS

1. Resiko Murni
Merupakan resiko yang muncul sebagai akibat dari sebuah situasi / keputusan yang konsekuensinya adalah kerugian. Beberapa bentuk resiko murni yang sering muncul diantaranya sbb:
a. Risiko hilang / rusaknya aset yang dimiliki yang diakibatkan kebakaran, pencurian, dll
b. Kecelakaan kerja pada proses produksi
c. Resiko akibat tuntutan hukum pihak lain
d. Risiko operasional lainnya
e. Bencana alam

2. Resiko Spekulatif
Risiko spekulatif adalah resiko yang muncul akibat situasi atau keputusan yang konsekuensinya bisa berupa keuntungan maupun kerugian. Contoh :
a. Risiko perubaha harga
Harga pasar suatu produk, jasa atau komoditi dapat berubah ubah. Ini dapat naik maupun turun. Terkait dengan perubahan harga input, jika harga naik maka perusahaan dapat mengalami kerugian penurunan margin keuntungan. Seblaiknya, jika harga input turun maka perusahaan dapat mengalami keuntungan, yaitu berupa kenaikan margin keuntungan.
b. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah resiko yang muncul dari transaksi kredit, seperti utang dagang. Jika pihak yang kita berikan kredit mengalami gagal bayar, maka kita akan mengalami kerugian.

BENTUK BENTUK KERUGIAN AKIBAT ADANYA RESIKO

1. Kerugian Langsung
Yaitu jumlah kerugian yang ditanggung akibat dampak langsung dari risiko yang dapat terjadi. Contohnya, terjadi konsleting listrik pada toko yang digunakan untuk usaha sehingga terjadi kebakaran, dari risiko kebakara tersebut, teridentifikasi jumlah kerugian langsung adalah nilai barang dagangan yang rusak akibat kebakaran dan nilai kerusakan bangunan toko tersebut.

2. Kerugian tidak langsung
Yaitu nominal yang harus ditanggung akibat dampak tidak langsung risiko yang terjadi, misalnya kemungkinan penjualan / keuntungan yang gagal diterima akibat terjadinya resiko, munculnya biaya operasional tambahan, kesempatan investasi yang hilang, dan bermacam macam kerugian lainnya.

CARA MENGKALKULASI RESIKO
>Tentukan seberapa sering suatu resiko terjadi ( frekuensi / probabilitynya)
>Tentukan dampak yang timbul dari risiko yang terjadi.
> Hitung kemungkinan prediksi kerugian dengan rumus :

Frekuensi x Dampak

Contoh mengkalkulasi resiko :
Anda memiliki resiko terjadinya pencurian barang dagangan. Setelah diidentifikasi potensi terjadinya resiko tersebut adalah 5 x dalam satu bulan. Untuk setiap kejadian pencurian barang tersebut rata rata anda mengalami kerugian Rp 300.000,-
Dari informasi diatas anda dapat menghitung prediksi besarnya kerugian yang dihadapi dari resiko pencurian barang dagangan dalam satu bulan ;
= 5 x 300.000 = 1.500.000
Artinya dalam satu bulan terdapat resiko pencurian barang dagangan yang berpotensi menyebabkan kerugian sebesar Rp 1.500.000

BERANI MENGAMBIL RESIKO DALAM BISNIS Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

Berlangganan Via Email