Teori Dasar Listrik dan Elektronika

Jika anda baru belajar Tentang Elektro baik itu elektronika maupun Listrik Arus kuat baik di SMA SMK maupun perguruan tinggi, pasti yang pertama materi kalian dapat tentang jurusan adalah teori dasar listrik dan elektronika, 

Apa saja yang dibahas disini ?
Disini dibahas mengenai dasar dasar kelistrikan dan elektronika khususnya rumus rumusnya ( ya ketemu rumus lagi !! ), rumus ini amat penting bagi kalian yang akan mendalami bidang Teknik Elektro, santai aja rumus rumus dasar ini cukup  mudah kok, apalagi hukum Ohm V= Ix R nanti bakalan di luar kepala deh.. heheh

1. Arus Listrik dan Kuat Arus Listrik 
Apa itu arus listrik ? Arus listrik adalah proses mengalirnya elektron dengan terus menerus dan berkesinambungan pada suatu konduktor ( penghnatar listrik ) akibat adanya perbedaan jumlah elektron pada beberapa titik yang jumlah elektronnya tidak sama. Satuan arus listrik dinamakan Ampere disingkat A. 


Arus listrik bergerak dari terminal positif (+) menuju ke terminal negatif (-), sedangkan aliran listrik dalam kawat logam terdiri dari aliran elektron yang bergerak dari terminal negatif (-) ke terminal positif(+), arah arus listrik tersebut berlawanan dengan arah gerakan elektron.

Untuk lebih jelasnya mengenai arah arus elektron dan arus listrik perhatikan gambar diatas.

Dari mana ukuran 1 Ampere ?
1 ampere arus dihitung dari mengalirnya elektron sebanyak 624x10^16 (6,24151 × 10^18) atau sama dengan 1 Coulumb per detik ( 1C/s)  melewati suatu penampang penghantar lsitrik.

Rumus persamaanya adalah :
I = Q/t (ampere)

Keterangan :
I = besar arus listrik yang mengalir, satuan ampere
Q = Besarnya muatan listrik, satuan coulomb
t = waktu, satuan detik


Pengertian Kuat Arus Listrik

Kuat arus listrik adalah arus yang tergantung pada banyak sedikitnya elektron bebas yang pindah melalui suatu penampang kawat dalam satuan waktu.

2. Hambatan Listrik dan Daya Hantar Penghantar


Definisi Tahanan / Hambatan Listrik
Hambatan listrik didefinisikan : 1 Ω (satu Ohm) yaitu tahanan satu kolom air raksa yang panjangnya 1063 mm dengan penampang 1 mm² pada temperatur 0° C

Sedangkan Daya hantar didefinisikan :

kuat hantar  arus atau daya hantar arus , jadi Daya hantar merupakan kebalikan dari tahanan lsitrik.

Persamaannya adalah 

R = 1/G
G = 1/R

Ket :
R = Tahanan/resistansi [ Ω/ohm] 
G = Daya hantar arus /konduktivitas [Y/mho] 


3. Hukum OHM


nah, yang ketiga ini merupakan suatu persamaan yang sangat penting dalam teknik elektro , karena dalam pembelajaran kedepan akan banyak menggunakan rumus ini untuk menghitung arus, tegangan, hambatan, daya listrik , dsb.

Bunyi Hukum Ohm :
Pada suatu rangkaian tertutup, Besarnya arus I yang berubah sebanding dengan tegangan V dan berbanding terbalik dengan beban / tahanan R.

Rumusnya :

I = V/R
V = R x I
R = V/I

I = arus listrik, ampere
V = tegangan, volt
R = resistansi atau tahanan, ohm

Rumus menghitung  Daya (P), dalam satuan watt adalah:
P = I x V
P = I x I x R
P = I² x R

Sebenarnya masih ada lagi beberapa rumus yang berhubungan dengan teori dasar listrik, sebenarnya ada modulnya dalam format pdf, jika teman teman mau bisa kirim email. karena belum sepmat saya upload.

Sekian, Semoga bermanfaat
Teori Dasar Listrik dan Elektronika Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

No comments:

Berlangganan Via Email