Menggunakan Transistor Sebagai Saklar

Sobat, kali ini kita akan membahas lagi mengenai transistor, namun pada bahasan ini akak difokuskan pada Transistor Sebagai Switc / Saklar.

Selain sebagai penguat, transistor dapat digunakan sebagai saklar, yaitu dengan mengoperasikan transistor pada salah satu kondisi yaitu kondisi saat saturasi atau saat cut off. ( Masih ingat kan pelajaran elektronika dasar ? ). Jika sebuah transistor berada dalam keadaan saturasi maka  transistor tersebut berlaku seperti saklar tertutup antara kolektor dan emiter. Jika transistor dalam kondisi cut off transistor maka berlaku seperti saklar terbuka.


Apabila sebuah transistor akan digunakan sebagai saklar, maka transistor tersebut hanya dioperasikan pada salah satu dari dua kondisi saja yaitu saat kondisi saturasi (jenuh) dimana transistor seperti sebuah saklar tertutup atau kondisi cut off (tersumbat) dimana transistor sebagai saklar yang membuka.

Gambar dibawah ini menjelaskan Titik kerja transistor sebagai saklar (kiri ), Garis Beban DC ( kanan )



Pengaturan agar transistor bisa ON / OFF yaitu dengan mengatur level tegangan pada basis transistor tersebut. Apabila arus basis lebih besar atau sama dengan arus basis disaat terjadi saturasi, titik kerja transistor berada pada ujung atas garis beban DC, dalam kondisi seperti ini transistor berfungsi sebagai saklar yang tertutup. Sebaliknya jika arus basisnya nol, maka titik kerja transistor berada pada titik ( P ) dalam kondisi ini transistor berfungsi sebagai saklar yang terbuka.

Disaat transistor berada dalam kondisi saturasi, maka:
1. Arus I  kolektor maksimal, Ic = Ic (sat).
2. Tegangan VCE pada terminal kolektor emitter = 0 volt
3. Tegangan VC pada beban yang dihubungkan seri dengan terminal kolektor

Kurva Karakteristik Kolektor Pada Transistor



Gambar diatas menunjukan kurva karakteristik kolektor menghubungkan IC dan VCE dengan IB sebagai parameternya. Parameter-parameter dalam transistor tidaklah konstan, walaupun tipenya sama namun parameternya bisa berbeda. Kurva kolektor dibagi menjadi tiga daerah yaitu jenuh, aktif dan kondisi cut- off.
Daerah jenuh (saturasi) merupakan daerah dengan VCE kurang dari tegangan lutut (knee) VK. Daerah jenuh bisa terjadi apabila sambungan emiter dan sambungan basis terbias maju. Pada daerah jenuh arus kolektor tidak bergantung pada nilai IBnya. Tegangan jenuh kolektor – emiter VCE saturasi, untuk transistor silikon adalah 0,2 volt sedangkan untuk transistor germanium adalah 0,1 volt.

Sedangkan daerah aktif merupakan daerah antara tegangan lutut knee VK dan tegangan breakdown VBr . Daerah aktif ini terjadi apabila sambungan emiter diberikan bias maju dan sambungan kolektor diberi bias mundur. Pada daerah aktif arus kolektor besarnya sebanding dengan arus balik. Penguatan sinyal input menjadi sinyal output terjadi pada saat aktif.


Nah, demikian pembahasan mengenai transistor sebagai saklar, semogra bermanfaat, jika ada pertanyaan silahkan tulis di komentar di bawah ini

APabila anda ingin berlangganan artikel pengetahuan Tentang Teknik Elektro silahkan masukan email anda di bawah ini 



Menggunakan Transistor Sebagai Saklar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

No comments:

Berlangganan Via Email