Ruang Lingkup Sistem Distribusi Tenaga Listrik

Teknik Distribusi Tenaga Listrik merupakan bagian dari Teknik Elektro yang membahas arus kuat menyangkup pendistribusian Tenaga Listrik dari sumber pembangkit sampai kepada konsumen.


Dalam jarak yang berjauhan, mudah didistribusikan untuk area yang luas, mudah diubah ke dalam bentuk energi lain, dan ramah terhadap lingkungan. Oleh karena itu, manfaat listrik telah dirasakan oleh masyarakat, baik pada kelompok perumahan, sosial, bisnis atau perdagangan, industri dan publik.

 Tenaga listrik sebagai bagian dari bentuk energi dan cabang produksi yang penting bagi negara sangat menunjang upaya dalam memajukan dan mencerdaskan bangsa. Sebagai salah satu hasil pemanfaatan kekayaan alam yang menguasai hajat hidup orang banyak, tenaga listrik perlu dipergunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Yang dimaksud dengan sistem tenaga listrik adalah sekumpulan pusat listrik dan gardu induk (pusat beban) yang satu dengan yang lain dihubungkan oleh jaringan transmisi dan distribusi sehingga merupakan sebuah satu kesatuan yang terinterkoneksi. Suatu sistem tenaga listrik terdiri dari tiga bagian utama, yaitu:  pusat  pembangkit  listrik,  saluran  transmisi,  dan  sistem  distribusi.

Suatu sistem distribusi menghubungkan semua beban yang terpisah satu dengan yang lain kepada saluran transmisi. Hal ini terjadi  pada gardu-gardu induk (substation) di mana juga dilakukan transformasi tegangan dan fungsi- fungsi pemutusan (breaker) dan penghubung beban (switching).

Pengklasifikasian Sistem Distribusi Tenaga Listrik

Tegangan pada generator besar biasanya berkisar di antara  13,8 kV dan 24  kV. Tetapi generator besar yang modern dibuat dengan tegangan bervariasi antara 18kV dan 24 kV. Tegangan generator dinaikkan ke tingkat yang dipakai untuk transmisi, yaitu 115 kV dan 765 kV. Tegangan tinggi standar (high voltage, HV standard) di luar negeri adalah 70 kV, 150 kV, dan
220 kV. Tegangan tinggi-ekstra  standar (extra high voltage, HV standard)
adalah 500 kV dan 700 kV.

Keuntungan  transmisi  (transmission  capability)  dengan  tegangan lebih tinggi akan menjadi jelas jika kita melihat pada kemampuan transmisi (transmission capability) suatu saluran transmisi. Kemampuan ini biasanya dinyatakan dalam Mega-Volt-Ampere (MVA). Tetapi kemampuan transmisi dari suatu saluran dengan tegangan tertentu tidak dapat diterapkan dengan pasti, karena kemampuan ini masih tergantung lagi pada batasan-batasan termal dari penghantar, jatuh tegangan (drop voltage) yang diperbolehkan, keandalan, dan persyaratan kestabilan sistem.

Penurunan  tegangan  dari  tingkat  transmisi  pertama-tama  terjadi pada gardu induk bertenaga besar, di mana tegangan diturunkan ke daerah antara 70 kV dan 150 kV, sesuai dengan tegangan saluran transmisinya. Beberapa pelanggan yang memakai tenaga untuk keperluan industri sudah dapat dicatu dengan tegangan ini. Penurunan tegangan berikutnya terjadi pada gardu distribusi primer, di mana tegangan diturunkan lagi menjadi 1 sampai 30 kV.

Tegangan yang lazim digunakan pada gardu-distribusi adalah 20.000 V antar-fasa atau 11.500 V antara fasa ke tanah. Tegangan ini biasanya dinyatakan   sebagai 20.000 V/11.500 V. Sebagian besar beban untuk industri     dicatu dengan sistem distribusi primer, yang mencatu transformator distribusi. Transformator-transformator ini menyediakan tegangan sekunder pada jaringan tegangan rendah tiga-fasa empat-kawat untuk pemakaian di rumah-rumah tempat tinggal. Standar tegangan rendah yang digunakan adalah 380 V antara antar fasa dan 220V di antara masing- masing fasa dengan tanah, yang dinyatakan dengan 220/380V.

nah sekian dulu pembahasan kali ini, selanjutnya akan dibahas di artikel berikutnya. Semoga bermanfaat

Ruang Lingkup Sistem Distribusi Tenaga Listrik Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

No comments:

Berlangganan Via Email