Interaksi antara Manusia dan Robot

Robot dalam berinteraksi dengan manusia, membutuhkan suatu jembatan, manusia sang pembuat sistem robot dan robot mampu berinteraksi sesuai dengan sistem yang ditanamkan, tentunya dalam hal ini membutuhkan interface.

Dimana Perkembangan Robot banyak dimanfaatkan?
Seperti telah diketahui, robot berkembang dari aplikasi-aplikasi di industry dalam struktur lingkungan yang lebih dikondisikan sebagai kawasan pabrik.

Sehingga robot lebih banyak didisain dalam bentuk yang relative khas sesuai dengan kebutuhan pabrik,  seperti manipulator, dan kebanyakan tidak bersifat mobile atau tidak otonomous. Namun kehadiran robot di lingkungan yang  bersifat lebih fleksibel, seperti misalnya rumah sakit, rumah tangga, perkantoran, eksplorasi hutan, dan pembangunan kawasan-kawasan berbahaya (plant nuklir, kimia, dsb.),telah membuat manusia harus menata ulang definisi, konstruksi dan fungsi robot. Keadaan ini telah menempatkan robot sebagai kehidupan keseharian sehingga dikenal istilah human-robot interaction.

Tingkatan Interaksi Manusia dan Robot
Interaksi antara manusia dengan robot atau mesin (human-machine interactions) dapat dinyatakan dalam 3 tingkatan, yaitu:

1. Manusia sebagai kontroler robot sepenuhnya,
2. Manusia sebagai manager dari operasi robot, 
3. Manusia dan robot berada dalam kesetaraan.


Interaksi  dasar antara manusia dengan robot yaitu interaksi yang menempatkan manusia sebagai pengontrol gerakan robot sepenuhnya. Dalam hal ini biasanya robot tidak memiliki kemampuan untuk melakukan sendiri segala gerakan. Semua titik actuator hanya dapat digerakan melalui “perintah” operator atau manusia. Robot hampir tidak lagi memerlukan sensor pada sendi-sendi ataupun pergerakan. Robot sekarang sudah diprogram menggunakan kontroller khusus yang sudah tertanam, misalnya mikrokontroller / mikroprosessor, adapula yang berbasis PLC yang biasanya diterapkan di industri.

 Dengan campur tangan manusia ini maka pergerakan robot dapat langsung dideteksi secara visual melalui penglihatan mata. Sensor secara perangkat keras yang diperlukan mungkin hanya berupa limit switch untuk menghindari gerakan yang berbahaya atau di luar control. Cara ini dikenal sebagai pengendalian robot menggunakan remote control,  baik secara wireless (tanpa kabel) maupun menggunakan kabel.

Pada tingkatan berikutnya manusia bertindak sebagai manager bagi robot, tugas secara detil dilakukan sendiri oleh robot, sedangkan tugas secara keseluruhan diatur oleh operator.

Konteks interaksi antara manusia dan robot disini tetap berpegang prinsip bahwa robot adalah pembantu manusia.

Interaksi antara Manusia dan Robot Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

No comments:

Berlangganan Via Email