SIfat Sifat OP AMP Operasional Amplifier pada Keadaan Ideal

Pada keadaan ideal OP-AMP mempunyai sifat- sifat yang penting, yaitu:



1. Open loop voltage gain (AoL).Penguatan tegangan pada keadaan terbuka (open loop voltage gain)untuk  frekuensi rendah  adalah  sangat  besar  sekitar  100.000  atau sekitar 100 dB.
2. Input impedance (Zin)Impedansi input pada kedua terminal input kondisi “open loop” tinggi sekali, sekitar 1 MΩ  untuk OP-AMP yang dibuat dari FET, impedansi inputnya sekitar 10 6 MΩ lebih.
3. Output impedance (Zo)Impedansi  output  pada  kondisi  “open  loop”  rendah  sekali,  sekitar100Ω lebih kecil.



4. Input bias current (Ib)
Kebanyakan OP-AMP pada bagian inputnya menggunakan transistor bipolar, maka arus bias pada inputnya kecil. Level amplitudonya tidak lebih dari mikroampere.


5. Supply voltage range (Us)Tegangan  sumber  untuk  OP-AMP mempunyai  range minimum danmaksimum, yaitu untuk OP-AMP yang banyak beredar di lapangan/di pasaran sekitar ± 3 V sampai ± 15 V.
6. Input voltage range (Ui max)Range tegangan input maksimum sekitar 1 volt atau 2 volt atau lebih di bawah tegangan sumber Us.
7. Output voltage range (Uo max)Tegangan output maksimum mempunyai range antara 1 volt atau 2 voltlebih di bawahnya  tegangan  sumber (supply  voltage) Us. Tegangan output ini biasanya tergantung tegangan saturasi OP-AMP.



8. Differential input offset voltage (Uio)
Pada kondisi ideal output akan sama dengan nol bila kedua terminal inputnya di-ground-kan. Namun kenyataannya semua peranti OP-AMP tidak  ada  yang  sempurna,  dan biasanya  terjadi ketidakseimbangan pada  kedua  terminal  inputnya  sekitar  beberapa  milivolt.  Tetapi  jika input  ini  dibiarkan  untuk  dikuatkan  dengan  OP-AMP dengan model “closed loop”, maka tegangan output bisa melebihi saturasinya. Karena itu, biasanya setiap OP-AMP pada bagian luar dilengkapi dengan rangkaian offset tegangan nol (zero offset voltage).

9. Common mode rejection ratio (CMRR)
Secara   ideal   OP-AMP   menghasilkan   output   yang   proporsional dengan/terhadap beda kedua terminal input, dan menghasilkan output sama dengan nol jika sinyal kedua input simultan yang biasa disebut “Common   mode”.   Secara   praktik   sinyal   “Common   mode”   tidak diberikan pada inputnya dan dikeluarkan pada outputnya. Sinyal  CMRR  (Common  Mode  Rejection  Ratio) selalu diekspresikan dengan  rasio  dari  penguatan  sinyal  beda  OP-AMP  dengan  harga sebesar 90 dB.

10. Transition frequency (fT)
Secara umum OP-AMP pada frekuensi rendah mempunyai penguatan
tegangan sekitar 100 dB. Kebanyakan OP-AMP mempunyai frekuensi transisi fT setiap 1 MHz dan penguatan pada harga sebesar 90 dB.

SIfat Sifat OP AMP Operasional Amplifier pada Keadaan Ideal Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

No comments:

Berlangganan Via Email