Bahan Berserat | Bahan Padat

Apa itu Bahan berserat ? Jenis jenis bahan berserat
Bahan dasar yang dipergunakan  untuk bahan berserat berasal dari tiga mac am, yaitu tumbuh-tumbuhan,  binatang,  dan bahan tiruan (sintetis).

 Sebenarnya  bahan ini kurang  baik sebagai  bahan  penyekat  listrik  karena  sifatnya  sangat  menyerap  cairan, sedangkan  cairan  itu  dapat  merusak  penyekat  yang  menyebabkan  daya  sekatnya menurun. Tetapi  karena  faktor-faktor  lain seperti : bahan berlimpah sehingga murah harganya; daya mekanisnya cukup kuat dan fleksibel; dan dengan disusun berlapis-lapis dan dicampur  dengan zat-zat tertentu untuk meningkatkan  daya sekat, daya mekanis dan daya tahan panas, sehingga bahan berserat ini banyak dipakai sebagai penyekat listrik.
Beberapa bahan yang termasuk bahan berserat, antara lain :

a. Benang

Benang merupakan  hasil pemintalan  pertama dari sebuah kapas yang berserat cukup panjang, setelah biji-bijinya yang menempel dipisahkan terlebih dahulu. Dari kumpulan benang  ini dapat dibuat  tali, pita, dan kain tenun,  yang selanjutnya  disebut  dengan
tekstil. Dalam bidang kelistrikan banyak digunakan sebagai penyekat kawat.

Pemakaian benang banyak dipakai untuk penyek at kawat halus yang digunakan dalam pembuatan   pesawat-pesawat   cermat   seperti   pengukuran   listrik.   Sekarang   banyak digunakan benang sintetis dari bahan plastik, gelas, dan sebagainya karena lebih kuat dan tahan panas.


b. Tekstil

Dengan menenun benang menjad i tekstil (pita dan  kain dengan berbagai macam corak, ukuran dan kualitas) maksudnya adalah untuk memperoleh penyekat yang lebih baik, yaitu  pertama   lebih  kuat,  dan  kedua  dalam  beberapa   hal  mempermudah   teknis pelaksanaan (membalut lilitan penyekat kawat). Selain tekstil dari kapas, ada juga dari serat yumbuh-yumbuhan yang dikenal dengan nama lena (linnen). Bahan ini lebih kuat daripada kertas. Pada tekstil ini ada yang terbuat dari bahan tiruan (sintetis), dimana bahan  ini digunakan  dalam  bidang  kelistrikan  sebagai  penyekat  kawat-kawat  lilitan mesin listrik, pengikat, dan sebagainya. Karena sifat tekstil ini dapat menyerap cairan, maka  untuk  memperbaiki  daya  sekatnya  dilapisi  atau  dicelup  ke  dalam  cairan  lak penyekat.


c. Kertas

Bahan dasar kertas adalah selulosa, dimana bahan ini adalah zat sel tumbuh-tumbuhan yang  terdapat  antara  kulit  dan batangnya.  Selulosa  ini berserat,  fleksibel,  lunak  dan menyerap  air, sedangkan  bahan pembuat  kertasnyadiambil  dari kayu, merang,  rami, majun (sisa bahan tekstil), dan lain-lain.
Kertas yang terlalu kering atau lembab, kekuatan penyekatnya berkurang karena kertas sangat menyerap cairan, sehingga untuk mengatasinya kertas dilapisi lak penyekat. Penggunaan kertas untuk penyekat selain sebagai pembalut lilitan kawat dan kumparan, juga  untuk  penyekat  kabel  dan  kondensator  kertas.  Untuk  memenuhi  tebal  yang diharapkan kertas dibuat berlapis -lapis.


d. Prespan

Prespan  juga  sebetulnya  kertas,  karena  bahan  dasarnya  sama  hanya  berbeda  sifat- sifatnya  saja.  Dibandingkan  dengan  kertas,  prespan  lebih  padat  sehingga  kurang
menyerap  air. Padat karena  pembuatannya  ditekan  dengan  tegangan  tinggi sehingga
lebih keras dan lebih kuat, tetapi dapat dibengkokan dengan tidak retak-retak sehingga baik sekali untuk penyekat alur stator atau rotor mes in listrik, juga pada transformator sebagai penyekat lilitan dan kawatnya.
Prespan ini di pasaran berbentuk lembaran atau gulungan dengan ukuran tebal antara

0,1 sampai 5 mm, warnanya kekuning-kuningan,  coklat muda atau abu. Karena daya menyerap air masih  ada, maka dalam pelaksanaannya  selalu masih perlu dilapisi lak penyekat.


e. Kayu

Pada tahun-tahun yang silam, kayu banyak digunakan sebagai penyekat misalnya untuk tiang listrik, karena terdapat dimana-mana dan harganya murah. Sekarang kayu banyak terdesak  oleh  besi,  beton,  dan  bahan  sintetis.  Kelebihan   kayu  adalah  kekuatan mekanisnya cukup tinggi tergantung dari macam dan kerasnya kayu, tetapi kelemahan- nya adalah menyerap  air, dapat rusak karena hama dan penyakit  serangga  sehingga mudah rapuh. Supaya day a tahan lama, maka kayu harus diawetkan lebih dahulu.


f. Fiber Pulkanisir

Proses  pembuatan  bahan ini sebelum  digulung  pada silinder  baja, kertas dilewatkan melalui  larutan  chlorida  seng  (ZnCl2 )  yang  panas.  Tiap  lapisan  direkatkan  dengan perekat  sampai  mencapai  tebal  lapisan  yang  dikehendaki  pada  gulungan  tersebut.
Pembersihan kembali zat chlorida seng dilakukan dengan air bersih, kemudian di pres menjadi  lembaran,  papan,  atau dibuat  pipa dengan  tebal  antara  0,5 sampai  25 mm. Bahan ini kuat sekali, tetapi menyerap air sehingga sebelumnya dilapis dahulu dengan parapin, minyak transformator atau zat lain serupa.


g. Kain Pernis

Bahan kain yang telah dipernis sering disebut dengan  cambric. Kelebihan bahan ini adalah fleksibel, kekuatan mekanisnya tinggi sedangkan lapisan pernisnya merupakan penyekat listrik yang baik. Sehingga daya penyekat semacam ini sangat luas digunakan pada pekerjaan  mesin  listrik,  peralatan,  serta kabel  listrik  selain  dijadikan  pita dan pembalut.  Macam  penyekat  ini  dapat  digunakan  untuk  suhu  sekitar  1000C, dengan
bahan sintetis seperti polyester dan polyamid.



h. Pita Penyekat

Bahan  ini  banyak  digunakan  dalam  bidang  instalasi  listrik,  yang  merupakan  pita penyekat dengan campuran karet dalam gulungan kecil antara 1 dan 5 cm lebar dan garis tengah luar kira-kira 15 cm. Tebal pita kira-kira 0,25 mm. Sekarang banyak pita perekat terbuat dari bahan sintetis kuat dan tidak menyerap air, tetapi tidak untuk suhu yang tinggi.


Bahan Berserat | Bahan Padat Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

No comments:

Berlangganan Via Email