Dasar Rangkaian Flip Flop | Elektronika Digital

Apa itu Flip Flop
Rangkaian flip-flop dapat mempertahankan suatu keadaan biner dalam waktu yang tak terbatas sampai suatu sinyal masukan baru datang untuk mengubah keadaan itu. Perbedaan utama diantara berbagai jenis flip-flop itu adalah banyaknya masukan yang dimiliki dan perilaku bagaimana masukan itu mempengaruhi keadaan biner dalam flip-flop tersebut.


Rangkaian Flip-flop Dasar

Suatu rangkaian flip-flopdapat disusun dengan dua gerbang NOR atau dua gerbang NAND. Susunan itu ditunjukkan pada gambar a dan gambar b. Masing-masing rangkaian itu membentuk suatu flip-flop dasar yang merupakan dasar pengembangan bagi jenis-jenis flip-flop yang lain. Hubungan silang dari salah satu gerbang ke masukan gerbang yang lain merupakan suatu jalur umpan-balik. Dengan alas an itu rangkaian tersebut dapat digolongkan kepada rangkaian urutan tak-serempak. Masing-masing flip-flop itu mempunyai dua keluaran, Q dan Q dan dua masukan, set dan reset. Masukan set membuat flip-flop menjadi dalam keadaan set atau bernilai logik 1 pada keluaran normalnya (Q), dan masukan reset membuat flip-flop menjadi dalam keadaan bebas (clear) atau mempunyai nilai logik 0 pada keluaran normalnya. Jenis flip-flop ini sering dikenal sebagai flip-flop RS gandengan langsung (direct coupled RS flip-flop), R dan S merupakan huruf pertama nama masukannya.


Tabel kebenaran flip-flop dasar dengan gerbang NOR

Untuk menganalisis rangkaian pada gambar a, harus diingat bahwa keluaran suatu gerbang NOR adalah 0 jika salah satu masukannya sama dengan 1 dan keluaran gerbang NOR adalah 1 hanya jika semua masukannya sama dengan 0. Sebagai titik awal, misalnya masukan set adalah 1 dan masukan reset sama dengan 0. Karena gerbang B mempunyai sebuah masukan 1, keluaran  Q’ harus sama dengan 0 yang mengakibatkan kedua masukan ke gerbang A itu sama dengan 0 dan keluarannya Q sama dengan 1. Bila masukan set dikembalikan ke 0, keluarannya tetap sama. Hal itu adalah karena keluaran Q tetap 1 sehingga masih ada sebuah masukan 1 pada gerbang B, yang selanjutnya membuat keluaran Q’ tetap 0. Akibatnya kedua masukan ke gerbang A sama dengan 0 dan keluaran Q tetap sama dengan 1. Dengan cara yang sama dapat dibuktikan bahwa suatu 1 pada masukan reset akan mengubah keluaran Q menjadi 0 dan Q’  menjadi 1. Bila masukan reset itu dikembalikan ke 0, keluarannya tidak berubah.

Bila sebuah 1 diberikan bersama-sama ke masukan set dan reset, kedua keluarannya Q dan Q’  menjadi 0. Dalam praktek keadaan semacam itu harus dihindari. Suatu flip-flop mempunyai dua keadaan stabil. Bila Q = 1 dan Q’  = 0 dikatakan flip-flop itu dalam keadaan set (atau keadaan 1). Dan Q = 0 dan Q’  = 1 merupakan keadaan bebas (atau keadaan 0). Keluaran Q dan Q’  merupakan komplemen antara yang satu dengan yang lain dan dikatakan sebagai keluaran normal dan komplemen flip-flop tersebut. Keadaan biner suatu flip-flop diambil dari nilai keluaran normalnya.

Dalam operasi normal, kedua masukan suatu flip-flop akan tetap 0 kecuali bila keadaan flip-flop itu akan diubah. Pengenaan 1 sesaat ke masukan set menyebabkan flip-flop itu menjadi dalam keadaan set. Masukan set itu harus kembali ke 0 sebelum suatu 1 diberikan ke masukan resetnya. Pengenaan 1 sesaat ke masukan reset menyebabkan flip-flop tersebut menjadi dalam keadaan bebas kembali.

 Bila kedua masukannya itu mula-mula sama dengan 0, dan bila suatu 1 dikenakan ke masukan set sedangkan flip-flop itu dalam keadaan set atau bila sebuah 1 yang diberikan ke masukan reset sedangkan flip-flop itu dalam keadaan bebas, maka keadaan keluarannya tidak akan berubah. Bila sebuah 1 dikenakan sekaligus ke masukan set dan reset, kedua keluarannya akan sama dengan 0. Keadaan itu tidak terdefinisi dan biasanya dihindari. Jika kedua masukan itu menjadi 0 kembali, keadaan flip-flop menjadi tak tentu dan tergantung pada masukan mana yang menerima 1 lebih lama sebelum kembali ke 0.

Rangkaian flip-flop dasar NAND pada gambar b bekerja dengan kedua masukannya dalam keadaan normal sama dengan 1 kecuali bila keadaan flip-flop itu akan diubah. Pengenaan 0 sesaat ke masukan set menyebabkan keluaran Q menjadi 1 dan Q menjadi 0 membuat flip-flop menjadi dalam keadaan set. Setelah masukan set itu kembali ke 1, 0 sesaat pada masukan reset akan menyebabkan keadaan flip-flop menjadi bebas. Bila kedua masuka itu menjadi 0 bersama-sama, kedua keluaran pada flip-flop itu sama dengan 1, suatu keadaan yang harus dihindari dalam praktek.  







Dasar Rangkaian Flip Flop | Elektronika Digital Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

No comments:

Berlangganan Via Email