Sistem Pengendali Elektronik | Electronic Control Engineering

Pengendali elektronik pada saat ini terdapat  di  hampir  setiap  aplikasi kontrol. Oleh karena itu, pemahaman terhadap alat pengendali ini menjadi sangat penting bagi para pelaksanan tugas di lapangan.

Bagian  ini  akan  membahas  jenis-jenis pengendali    elektronik    yang    meliputi
karakteristik dan realisasi analognya. Jenis-jenis  pengendali  yang  akan dibahas     meliputi pengendali tidak kontinyu     (pengendali On-Off) dan pengendali kontinyu, yaitu, P, I, D dan kombina-sinya.

Pengendali-pengendali  ini  sangat populer di dunia industri karena kesederhanaan dalam realisasi dan keandalan kinerjanya. Khususnya pengendali   kontinyu,  walaupun tergolong konvensional, namun mempunyai kelebihan dibandingkan dengan yang terbaru, yakni kemudahannya  dalam  penalaan (tunning)  parameter-parameter controlnya percobaan. Ini semua membuat kebanyakan praktisi  kontrol sangat mengenal pengendali kontinyu jenis ini.

Pengendali Tidak Kontinyu
Pengendali   tidak  kontinyu (discontinuous controller) mempunyai keluaran yang   berubah tidak terus menerus ketika ada sinyal error (kesalahan).  Je-nis  pengendali  ini sangat penting untuk dipahami karena di samping  banyak  digunakan  dalam kontrol proses, juga menjadi dasar dari pengendali kontinyu.

Pengendali 2 Posisi
 Pengendali duaposisi adalah pengendali yang paling dasar dalam sistem kendali. Karena karakteristiknya,  pe-ngendali ini sangat populer dengan sebutan pengendali On-Off. Pengendali ini paling sederhana dan paling murah namun mencukupi   untuk   aplikasi-aplikasi    di mana tidak diperlukan kete-litian yang sangat tinggi. Walaupun tidak dapat dibuat   persamaan   matematisnya, namun fungsinya bisa ditulis sebagai:

P: Keluaran pengendali (%)
 Ep: sinyal error (%)

Jika harga yang terukur (x) melampaui setpoint (w), pengendali akan memberikan keluaran penuh atau On. Seba-liknya,  apabila  x  kurang  dari  w maka pengendali akan memberikan keluaran nol atau Off. Misalnya, seterika listrik  yang  menggunakan  bimetal sebagai pengendali panasnya. Bila temperatur  seterika  melebihi setpointnya, maka seterika akan off, sebaliknya bila tempe-raturnya lebih rendah dari setpoint, maka akan on.

Zona Netral

Dalam pengendali 2 posisi terdapat overlap saat Ep naik melewati  nol  atau  turun  melewati  nol. Dalam daerah ini tidak ada perubahan pada    keluaran    pengendali. Seperti terlihat pada Gambar bahwa sampai suatu harga perubahan kenaikan  error sebesar DEp di atas nol, keluaran pengendali tidak berubah keadaan.
Pada  penurunan,    DEp   di bawah nol sebelum   pengendali   berubah   ke  )%. Jadi, ada daerah 2 DEp  di mana keluaran pengendali tidak berubah keadaan. Daerah tersebut disebut zona-netral (neutral zone) atau gap-diferensial. Gap ini harus diper-timbangkan  betul dalam penentuannya untuk menghindari perubahan   keadaan   yang   berlebihan pada keluaran pengendali


 Karena karakteristik yang dimiliki oleh pengendali  ini sehingga  pengendali  ini juga disebut pengendali On-Off dan simbolnya seperti ditunjukkan oleh Gambar

Pengendali 3 Posisi


Pengendali tiga-posisi merupakan pengembangan dari pengendali dua- posisi. Pengembangan ini dimaksudkan untuk  mengurangi  cycling  yang berlebihan  dan juga untuk mengurangi kondisi over-shoot dan undershoot yang dimiliki oleh pengendali dua-posisi.








Sistem Pengendali Elektronik | Electronic Control Engineering Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

No comments:

Berlangganan Via Email