Rangkaian KOntrol Berbasis Prosesor dan Mikrokontroller

Sistem kontrol robot menggunakan kontroller berbasis prosesor atau sistem mikrokontroler

Terminal input dan output merupakan interpretasi besaran dari sistem interfacing yang digunakan . Jika outputmenghendaki besaran analog maka kontroler perlu dilengkapi dengan komponen Digital to Analog Converter jika dikehendaki pengolahan data sensor analog maka kontroler harus dilengkapi dengan Analog to DIgital Converter (ADC).

Secara umum deskripsi kontroller berbasis lengkap dengan user interface memiliki bagian bagian;

1. Input On/Off
Input kategori ini bekerja dalam dua keadaan yaitu ON atau OFF (1/0) berdasarkan level tegangan TTL (Transistor Transistor LOgic) 5V untuk logika 1, dan 0V untuk logika 0. Dalam rangkaian yang sebernarnya, tegangan logika terukur tidak selalu ekstrim 5V atau 0V. Untuk sistem dengan rangkaian dilengkapi Vcc +5V dengan semua komponen IC berorientasi CMOS ( COmplementary Metal Oxyde Semiconductor) logika 1 memiliki jangkauan 3,5 - 5V dan logika 0 besarnya 0-0,7 V.

2. Input Analog
Kontroler merupakan komponen pengolah ADC untuk dapat mengakomodasi input analog ini. Beberapa type processor kelas mikrokontroller telah memiliki fasilitas ADC didalam Chip ICnya. Jadi user tidak perlu membuat Chip ADC dilua processor. Sbenarnya semua fenomena lingkungan robot yang akan dideteksi adalah bersiat analog meskipun dalam representasi kadang cukup dinyatakan  dalam dua keadaan ON/OFF saja. Misalnya jalur terang dilantai gelap, definsii terang dan gelap dapat dinyatakan langsung sebagai 2 keadaan. Namun jika terdaat berbagai warna jalur yang mengindikasikan lebih dari 2 keadaan maka representasi ON/OFF diperlukan dalam hal ini pengolahan secara analog diperlukan

3. Pengolahan Khusus Sistem Bus
Beberapa macam sensor tidak dapat langsung dihubungkan ke input port digital ataupun analog tanpa bantuan rangkaian penyelaras atau konverter khusus. Contohnya sinyal output sensor kecepatan dan posisi pada motor DC Servo biasanya berbentuk pulsa yang nilainya sebanding dengan putaran poros motor. Dalam kasus ini sinyal sensor harus dikonversi sedemikian rupa sehingga kontoler dapat menerima atau membaca sensor dalam bentuk yang siap diprose

4.Output ON/OFF
Sinyal output yang berorientasi secara ON/OFF hanya memiliki 2 keadaan yaitu logika 1 dan logik 0
Terdapat beragai aktator dasar yang beroperasi cukup dengan kondisi ON/OFF saja. Misalnya solenoid, relay untuk mengemudikan arus besar, kontaktor magnet, sistem alarm seperti LED, valve dalam pneumatic maupun hidraulic,dll

5.Output Ananlog
Output analog berguna untuk mengendalikan aktuator yang bekerja berdasarkan besaran linier seperti misalnya motor DC/AC , heater, linier controlled valve untuk pneumatic dan hidraulik dan sebagainya. Kontroler pada dasarnya beroperasi secara digital harus menggunakan konverter untuk mendapatkan sinyal aktuasi dalam besaran analog. kompnen konverter ini dikenal sebagai DAC.

6. User Interface
untuk rancangan kontroller yang mudah diakses oleh operator sistem perlu dilengkapi dengan perangkat user interface. User interface dapat dibedakan dalam 2 macam:
> perangkat untuk mengakses kontroler / entry data
> perangkat visual untuk mengetahui kerja kontroller

7. Wirelles COmunication / Komunikasi Nirkabel
Perangkat kategori ini sebetulnya adalah pengembangan user interface. Dalam kajian kajian hubungan antar robot dan hubungan antar manusia dengan robot teknologi komunikasi tanpa kabel ini menjadi sangat penting. Robot diharapkan dapat berkomunikasi dengan robto lain ataupun manusia tanpa menggunakan kabel.
Dalam hal ini dapat digunakan dengan mudah menggunalan Worelles LAN. Sepeti yang diketahui jaringan kompter didunia ini telah establish sehingga setiap perangkat elektronis yang terhubung ke jaringan komputer pada dasarnya daat diakses di seluruh dunia

Rangkaian KOntrol Berbasis Prosesor dan Mikrokontroller Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

No comments:

Berlangganan Via Email