Wattmeter | Pengukuran Daya Listrik

Alat ukur ini digunakan untuk mengukur daya listrik secara langsung. Wattmeter dapat digunakan untuk pengukuran pada arus searah maupun arus bolak balik.

Dengan V adalah tegangan beban dan I adalah arus beban Pada arus bolak balik, daya yang dipakai pada beban pada saat tegangan beban v dan arus beban i dinyatakan sebagai p = v i dengan v dan i adalah tegangan dan arus sebagai fungsi waktu yang memenuhi persamaan sinusoida. Terdapat beberapa jenis Wattmeter yaitu diantaranya wattmeter elektrodinamis wattmeter Induksi, wattmeter elektrostatis, wattmeter digital dan  sebagainya.  Paling banyak digunakan adalah Wattmeter elekrodinamis.


1.   Wattmeter Elektrodinamis

Wattmeter analog yang paling sederhana adalah Wattmeter elektrodinamis. Alat ukur daya ini terdiri dari sepasang kumparan tetap yang disebut sebagai kumparan arus dan sebuah kumparan putar (yang bergerak) yang disebut sebagai kumparan tegangan (potensial). Kumparan arus dihubungkan dengan rangkaian secara seri sedangkan kumparan tegangan dihubungkan parallel dengan rangkaian alat ukurnya. Pada wattmeter analog ini, kumparan tegangan menggerakkan jarum penunjuk yang menyimpang sepanjang skala yang menunjukkan pengukuran daya. Arus mengalir melalui kumparan arus (tetap) menghasilkan medan elektromagnetik di sekitar kumparan. Kuat medan ini sebanding dan sefase dengan arus. Sebuah hambatan  yang  besar  nilainya  disambungkan  seri  pada  kumparan  putar  untuk


mereduksi arus yang melalui kumparan tersebut. Pada rangkaian arus searah, simpangan jarum penunjuk sebanding dengan arus dan tegangan, dan memenuhi persamaan  P=VI.

Pada  rangkaian  arus  bolak  balik,  simpangan  jarum  penunjuk  sebanding dengan rata-rata arus dan tegangan sesaat i dan v Wattmeter DC dac AC tersebut dapat mengalami kerusakan oleh adanya arus yang berlebihan. Pada Ammeter dan Voltmeter, arus yang berlebihan ini akan menimbulkan panas dimana ini merupakan kondisi yang berbahaya (jarum penunjuk menjadi tidak dapat bergerak lagi karena melebihi batas skala). Akan tetapi pada Wattmeter, arus dan tegangan dapat menjadi panas tetapi tidak menyebabkan penunjukan jarum melebihi batas skala. Hal ini dkarenakan posisi jarum penunjuk tergantung pada faktor daya, tegangan dan arus. Sehingga rangkaian dengan faktor daya yang rendah akan memberikan pembacaan yang  rendah  pula  pada  wattmeter  meskipun  melebihi  batas  keselamatan.  Oleh karena itu di samping untuk mengukur besar daya listrik dalam Watt, juga dalam volt dan ampere.

2.   Wattmeter Thermocouple

Prinsip  kerja  Wattmeter  thermocouple  ini  berdasarkan  pada  adanya  gaya listrik thermos.


Sepasang tabung thermocouple ini dihubungkan secara seri sedemikian rupa sehingga polaritasnya terbalik, maka perbedaan tegangan yang terjadi pada ujungujungnya dapat diukur dengan sebuah milivolt yang sebanding dengan daya yang akan diukur. Wattmeter jenis thermocouple ini biasanya digunakan untuk mengukur daya yang kecil yaitu pada frekuensi audio.





Wattmeter | Pengukuran Daya Listrik Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

No comments:

Berlangganan Via Email