Sistem Kendali Digital | Control System

Sistem kontrol digital yang menempatkan komputer digital di dalam jaringan pengontrolan/pengendalian untuk melakukan pemerosesan sinyal di dalam suatu pola yang diinginkan disebut direct digital control (kontrol digital langsung).

Penggunaan pengendali digital pada suatu proses maupun pada suatu kendalian memiliki keuntungan sebagai berikut: Pemerosesan data pada pengendali digital dapat dilakukan secara langsung dan kalkulasi yang rumit dapat dilakukan dengan mudah. Program pengendali dapat diubah dengan mudah jika diperlukan.

Pengendali digital lebih mampu dibandingkan dengan pengendali analog dilihat dari sudut pandang gangguan dari dalam seperti derau dan panas. Pengendali digital juga mempunyai kelemahan yaitu:
Proses cuplik dan kuantisasi cenderung menimbulkan galat (error) yang akan mengurangi performa sistem. Perancangan untuk memperbaiki degradasi performa tersebut lebih rumit jika dibandingkan dengan sistem analog untuk skala yang sama.
 Ilustrasi Sistem Kontrol Digital Struktur dasar daripada suatu sistem digital diperlihatkan dengan mengambil contoh dari sebuah sistem pendaratan pesawat automatik, yang dalam hal ini akan diperlihatkan aspek yang sederhana saja.

Dalam sistem kendali digital dikenal beberapa jenis sinyal yang digunakan pada sistem tersebut. Terdapat 4 jenis sinyal dalam sistem kendali digital yaitu: sinyal analog, sinyal terkuantisasi, sinyal diskrit/data tercuplik dan sinyal digital. Jenis-jenis sinyal dalam sistem kendali digital tersebut memiliki pengertian atau didefinisikan sebagai berikut :

  • Sinyal analog, merupakan sinyal yang didefinisikan dalam suatu jangkauan batas waktu kontinyu yang amplitudonya mempunyai nilai yang kontinyu.
  • Sinyal diskrit, merupakan sinyal yang hanya didefinisikan dalam suatu saat waktu diskrit,amplitudonya mempunyai nilai hanya pada saat tertentu saja. Yang termasuk sinyal diskrit yaitu sinyal digital dan sinyal data tercuplik (sampled data signal).
  • Sinyal data tercuplik, merupakan sinyal diskrit yang mempunyai amplitudo yang kontinyu pada waktu cuplik (sampling time) tertentu.
  • Sinyal digital, merupakan suatu sinyal diskrit dengan amplitudo terkuantisasi, sinyal tersebut kemudian direpresentasi dengan sederet bilangan, umumnya bilangan biner.

Suatu sinyal kontinyu yang mempnyai suatu set nilai amplitudo tertentu dalam suatu jangkauan waktu tertentu disebut sinyal terkuantisasi (quantized signal). Gambar berikut memperlihatkan jenis-jenis sinyal di dalam suatu sistem kontrol digital.

Secara umum istilah analog dianggap sama dengan kontinyu, sedangkan istilah diskrit disamakan dengan digital atau data tercuplik (sampled data).


Sistem Kendali Digital | Control System Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

No comments:

Berlangganan Via Email