Konsep Dasar Pengolahan Citra Digital

Kita akan belajar tentang pengolahan citra digital,

Apa yang dimaksud dengan Citra Digital ?

Data  atau  informasi  tidak  hanya  disajikan  dalam  bentuk  teks,  tetapi  juga dapat berupa  gambar,  audio (bunyi,  suara, musik),  dan video.  Keempat macam  data  atau  informasi  ini sering  disebut  multimedia.  Era  teknologi informasi saat ini tidak dapat dipisahkan dari multimedia. Situs web (website) di Internet   dibuat  semenarik   mungkin   dengan   menyertakan   visualisasi   berupa gambar atau video yang dapat diputar. Beberapa waktu lalu istilah SMS (Short Message  Service)  begitu  populer  bagi  pengguna  telepon  genggam  (handphone atau HP). Tetapi, saat ini orang tidak hanya dapat mengirim pesan dalam bentuk teks,  tetapi  juga  dapat  mengirim  pesan  berupa  gambar  maupun  video,  yang dikenal dengan layanan MMS (Multimedia Message Service).

Citra   (image)1    –istilah   lain   untuk   gambar–   sebagai   salah   satu   komponen multimedia  memegang peranan sangat penting sebagai bentuk informasi visual. Citra mempunyai karakteristik yang tidak dimiliki oleh data teks, yaitu citra kaya dengan   informasi.   Ada  sebuah   peribahasa   yang  berbunyi   “sebuah   gambar bermakna  lebih  dari  seribu  kata”  (a picture  is more  than  a thousand  words ). Maksudnya tentu sebuah gambar dapat memberikan informasi yang lebih banyak daripada informasi tersebut disajikan dalam bentuk kata-kata (tekstual).

Citra sebagai keluaran suatu sistem perekaman data dapat bersifat optik berupa foto, bersifat analog berupa sinyal-sinyal video seperti gambar pada monitor televisi, atau bersifat digital yang dapat langsung disimpan pada suatu pita magnetik. Citra digital merupakan suatu larik dua dimensi atau suatu matriks yang elemen-elemennya menyatakan tingkat keabuan dari elemen gambar. Jadi informasi yang terkandung bersifat diskret. Citra digital tidak selalu merupakan hasil langsung data rekaman suatu sistem. Kadang-kadang hasil rekaman data bersifat kontinu seperti gambar pada monitor televisi, foto sinar-X, dan lain sebagainya. Dengan demikian untuk mendapatkan suatu citra digital diperlukan suatu proses konversi, sehingga citra tersebut selanjutnya dapat diproses dengan komputer.

Pengolahan Citra merupakan proses pengolahan dan analisis citra yang banyak melibatkan persepsi visual. Proses ini mempunyai ciri data masukan dan informasi keluaran yang berbentuk citra. Istilah pengolahan citra digital secara umum didefinisikan sebagai pemrosesan citra dua dimensi dengan komputer. Dalam definisi yang lebih luas, pengolahan citra digital juga mencakup semua data dua dimensi. Citra digital adalah barisan bilangan nyata maupun kompleks yang diwakili oleh bit-bit tertentu.

Citra sebagai keluaran dari suatu sistem perekaman data dapat bersifat [MUR92] :
1.   optik berupa foto,
2.   analog berupa sinyal video seperti gambar pada monitor televisi,
3.   digital yang dapat langsung disimpan pada suatu pita magnetik.




Apa yang memepengaruhi kualitas citra digital ?
Kualitas citra sangat dipengaruhi oleh tingkat keberadaan derau. Setiap citra yang didapatkan secara optik, elektro-optik atau elektronik sangat dipengaruhi oleh alat penginderaan. Penurunan kualitas citra bisa terjadi karena derau sensor, kamera yang kurang fokus, dan lain-lain

Salah satu cara yang sering digunakan dalam memilah-milah citra dalam data-data adalah segmentasi, yaitu membagi citra menjadi bagianbagian yang diharapkan termasuk objek-objek yang dianalisis. Segmentasi sering dideskrip-sikan sebagai proses analogi terhadap proses pemisahan latar depan–latar belakang. Memilih bentuk-bentuk dalam sebuah citra sangat berguna dalam pengukuran atau pemahaman citra. Secara tradisional, pengambangan didefinisikan sebagai proses pendefinisian jangkauan nilai-nilai gelap-terang pada citra yang sebenarnya, memilih piksel-piksel dalam jangkauan ini sebagai latar depan dan menolak sisanya sebagai latar belakang. Dengan demikian, citra terbagi atas dua bagian, yaitu bagian hitam dan bagian putih, atau warna-warna yang membatasi setiap wilayah. Dalam hal ini tidak ada kesepakatan untuk menetapkan warna hitam atau putih untuk objek yang diamati. Salah satu metode yang efektif dalam segmentasi citra biner adalah dengan memeriksa hubungan piksel piksel dengan tetangganya dan memberinya label. Metode ini disebut pelabelan komponen (component labeling).

Citra yang didapat seringkali mempunyai derau sehingga sebelum dianalisa citra perlu dihaluskan dengan tapis citra. Hal ini dapat dilakukan dengan memanipulasi piksel-piksel tetangga. Desain tapis tersebut membuat citra lebih halus dan bentuk sudut benda dalam citra tetap terjaga. Ada beberapa tapis citra yang digunakan untuk menghilangkan derau. Derau aditif (Gaussian) biasanya ditapis dengan tapis Wiener. Derau Multiplikatif (Speckle) biasanya dihilangkan dengan tapis Homomorfik. Sedangkan derau salt-and-pepper biasanya digunakan tapis median atau LPF untuk menghilangkan-nya.

.

Konsep Dasar Pengolahan Citra Digital Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

No comments:

Berlangganan Via Email