Jaringan Internet Broadband ADSL

 ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) merupakan metode transmisi data digital berkecepatan tinggi melalui kabel tembaga. ADSL mampu mengirimkan data dengan kecepatan bit yang tinggi, berkisar antara 1.5 Mbps – 8 Mbps untuk arah downstream (sentral – pelanggan), dan 16 Kbps – 640 Kbps untuk arah upstream (pelanggan – sentral). Kemampuan transmisi ADSL inilah yang mampu mengirimkan layanan interaktif multimedia melalui jaringan akses tembaga. Istilah “Asymmetric” diambil karena adanya perbedaan antara kecepatan transmisi (rate) dari arah downstream (lebih besar) dan dari arah upstream (lebih kecil). Perbedaan tersebut terjadi karena kebutuhan koneksi internet lebih banyak digunakan untuk mengambil data (download) dari jaringan utama dibandingkan dengan pengiriman informasi (upload).

Untuk mengirimkan sinyal/data, modem konvensional menggunakan frekuensi dibawah 4 Ghz, sedangkan modem ADSL menggunakan frekuensi diatas 4 Ghz. ADSL membagi bandwith menjadi 2 bagian
1. Band frekuensi rendah (0 - 4 kHz) untuk voice (POTS) atau fax.
2. Band frekuensi tinggi (26 kHz - 1.1 MHz) untuk data. Komponen-komponen yang
diperlukan dalam penyediaan layanan ADSL


Komponen-komponen yang diperlukan dalam penyediaan ADSL

    Transport System sebagai penyedia interface transmisi backbone untuk sistem DSLAM.
    LAN (Local Area Network), menggunakan local carrier inter-CO network sebagai pondasi, seperti ATM yang paling efisien.
    DSLAM (Multiservice Digital Subscriber Line Access Multiplexer) sebagai konsentrator trafik data dari berbagai loop DSL yang akan dikirimkan ke backbone network untuk dihubungkan lagi ke jaringan lainnya.
    DSL Transceiver Unit (ATU-R), biasanya berupa 10base-T, V.35, ATM-25 atau T1/E1, dapat juga digunakan untuk bridging, routing dan multiplexing.
    POTS splitter, memungkinkan loop digunakan untuk transmisi data kecepatan tinggi dan juga komunikasi telepon.


Cara Kerja Teknologi ADSL

ADSL bekerja melalui proses “dial-up connection”. Ketika datang permintaan dari user atau pelanggan, modem ADSL di sisi sentral akan langsung memprosesnya dengan cara memisahkan antara informasi data, suara atau multimedia, yang dilakukan oleh splitter. Berbeda dengan jaringan fixed telephone, yang menggunakan proses “call set-up“ dimana harus melalui proses dial tone terlebih dahulu. Lalu informasi tersebut lewat melalui MDF-RK-DP hingga KTB, dan masuk ke splitter. Jika informasinya berupa akses internet (data) dari flitter dimasukkan ke modem ADSL lalu diteruskan ke PC user. Jika informasi berupa suara, dari flitters langsung ke telepon. Jika berupa video, dari splitter masuk kemodem ADSL, diteruskan ke Set Top Box, lalu ke layar Televisi.

Untuk membangun suatu jaringan broadband ADSL minimal diperlukan perlatan-peralatan seperti ditunjukan pada gambar berikut pada pos-pos telepon di tiap wilayah. Sedangkan peralatan minimal yang diperlukan user adalah splitter dan modem ADSL saja. Struktur sambungan internet dengan menggunakan ADSL mulai dari lokasi user, pos telepon dan ISP ditunjukan pada gambar berikut.

Karena ADSL menggunakan jaringan infrastruktur telepon yang telah ada. Yang diperlukan hanyalah modem ADSL sebagai kunci utamanya. Tentu saja ada faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan seperti misalnya penentuan sistem jaringan komunikasi (Annex) yang sesuai dengan kondisi pada negara itu. Pada gambar di atas, khususnya pada bagian POS TELEPON, diperlukan peralatan tambahan seperti telah dijelaskan sebelumnya, yaitu splitter, DSLAM dan router. Splitter di sini berfungsi sebagai filter (untuk membedakan) antara sinyal suara (frekuensi rendah di bawah 4kHz) dan sinyal data (frekuensi tinggi di atas 30kHz). Splitter yang ada di USER juga sama fungsinya. Bila sinya suara yang masuk, maka ia akan dialirkan ke telepon oleh splitter. Bila sinyal yang masuk adalah sinyal data, maka ia akan dialirkan ke modem ADSL. DSLAM (Digital Subscriber Line Access Multiplexer) ini adalah kumpulan modem-modem ADSL dari tiap-tiap ISP. Antara ISP yang satu dengan yang lain memiliki modem-modem ADSL yang berlainan pula. Modem ADSL yang digunakan oleh USER haruslah sama dengan modem ADSL ISP-nya. Sinyal-sinyal data dari DSLAM selanjutnya dilewatkan ke router untuk diteruskan ke router yang ada di ISP. Semua kabel-kabel telepon pelanggan sebelum disambungkan ke mesing operator, mereka disambungkan terlebih dahulu ke suatu peralatan MDF (Main Distributing Frame) yang berfungsi untuk merapikan kabel-kabel telepon dari pelanggan tadi. Keuntungan Jaringan Broadband ADSL Dengan ADSL, kita tidak perlu lagi menambahkan line telepon baru. Karena dengan ADSL ini kita bisa telepon atau mengirim fax sambil berinternet ria tanpa ada efek di antara satu sama lainnya. Kita bisa saling tukar menukar informasi melalui elektronik mail online 24 jam tanpa harus memikirkan biaya akses tambahan. Selain untuk VOD, dalam dunia bisnis ADSL banyak digunakan untuk video confrence, VoIP (Voice over IP), layanan telepon lokal/interlokal gratis, virtual school dan masih banyak lagi penerapan ADSL untuk kehidupan sehari-hari kita dimasa sekarang dan yang akan datang.

Jaringan Internet Broadband ADSL Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

No comments:

Berlangganan Via Email