Pengertian Sistim Kontrol Pneumatik | Kendali

Sistim udara bertekanan tidak terlepas dari upaya mengendalikan  aktuator baik berupa silinder maupun motor pneumatik, agar dapat bekerja sebagaimana yang diharapkan.  Masukan (input) diperoleh dari katup sinyal, selanjutnya diproses melalui katup pemroses sinyal kemudian ke katup kendali sinyal. Bagian pemroses sinyal dan pengendali  sinyal  dikenal  dengan  bagian  kontrol.  Bagian  kontrol  akan  mengatur gerakan aktuator (output) agar sesuai dengan kebutuhan. Sistim kontrol pneumatik merupakan  bagian  pokok  sistim  pengendalian  yang  menjadikan  sistem  pneumatik

dapat  bekerja  secara  otomatis.  Adanya  sistim  kontrol  pneumatik  ini akan  mengatur hasil kerja baik gerakan, kecepatan, urutan gerak, arah

gerakan maupun kekuatannya.  Dengan sistim kontrol pneumatik ini sistem pneumatik dapat didesain untuk berbagai tujuan otomasi dalam suatu mesin industri.
Fungsi dari sistim   kontrol   pneumatik ini untuk mengatur atau mengendalikan jalannya tenaga fluida hingga menghasilkan bentuk kerja (usaha) yang berupa tenaga mekanik  melalui  silinder  pneumatik  maupun  motor  pneumatik.  Bentuk-bentuk  dari sistim  kontrol  pneumatik  ini berupa  katup  (valve)  yang  bermacam-macam.  Menurut fungsinya katup-katup tersebut dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu: a) Katup Sinyal (sensor),  b) Katup pemroses  sinyal (processor),  dan c) Katup pengendalian.   Katup- katup  tersebut   akan  mengendalikan   gerakan   aktuator   agar  menghasilkan   sistim gerakan mekanik yang sesuai dengan kebutuhan.

Katup sinyal adalah suatu alat yang menerima perintah dari luar untuk mengalirkan,  menghentikan  atau  mengarahkan  fluida  yang  melalui  katup  tersebut. Perintah tersebut berupa aksi, bisa melalui penekan,  roll, tuas, baik secara mekanik maupun  elektrik  yang akan menimbulkan  reaksi pada sistim kontrol  pneumatik.  Unit katup  sinyal  merupakan  gabungan  dari  berbagai  katup  yang  berfungsi  memberikan input (sinyal) pada suatu unit prosesor (pemroses sinyal) agar menghasilkan  gerakan aktuator yang sesuai dengan kebutuhan.

Katup sinyal akan menghasilkan  sinyal/sensor  sebagai masukan  (input) guna diproses  ke katup  pemroses  sinyal.  Katup  sinyal  dilambangkan  dengan  katup  yang terdiri dari beberapa ruangan (misal: ruang a, b, c) dan saluran udara yang dituliskan dalam  bentuk  angka,  misal  saluran  1,  2,  3,  dan  setersunya.     Sedangkan  jenis penekannya (aksi) mempunyai beberapa pilihan missal, melalui penekan manual, tuas, roll, dan sebagainya., seperti contoh berikut ini:
Pengertian Sistim Kontrol Pneumatik | Kendali Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

No comments:

Berlangganan Via Email