Jaringan Listrik

Jaringan Listrik

Pendistribusian dari sumber pembangkin ke konsumen merupakan jaringan listrik.

  Pusat tenaga listrik pada umumnya terletak jauh dari pusat bebannya. Energi listrik disalurkan melalui jaringan transmisi. Karena tegangan generator pembangkit umumnya relatif rendah (6kV–24kV), maka tegangan ini dinaikkan dengan transformator daya ke tegangan yang lebih tinggi antara 30kV–500kV. Tujuan peningkatan tegangan ini, selain memperbesar daya hantar dari saluran (berbanding lurus dengan kuadrat tegangan), juga untuk memperkecil rugi daya dan susut tegangan pada saluran.  

Pusat tenaga listrik pada umumnya terletak jauh dari pusat bebannya. Energi listrik disalurkan melalui jaringan transmisi. Karena tegangan generator pembangkit umumnya relatif rendah (6kV–24kV), maka tegangan ini dinaikkan dengan transformator daya ke tegangan yang lebih tinggi antara 30kV–500kV. Tujuan peningkatan tegangan ini, selain memperbesar daya hantar dari saluran (berbanding lurus dengan kuadrat tegangan), juga untuk memperkecil rugi daya dan susut tegangan pada saluran.

Ada dua macam saluran transmisi/distribusi PLN yaitu saluran udara (overhed lines) dan saluran kabel bawah tanah (undergound cable). Kedua cara penyaluran tersebut masing-masing mempunyai keuntungan dan kerugian. Dari segi keindahan, saluran bawah tanah lebih disukai dan juga tidak mudah terganggu oleh cuaca buruk:hujan, petir angin dan sebagainya. Namun saluran bawah tanah jauh lebih mahal dibanding saluran udara, tidak cocok untuk daerah banjir karena bila terjadi gangguan/kerusakan, perbaikannya lebih sulit.

Akhir/ujung dari saluran transmisi adalah merupakan saluran masuk pelayanan ke dalam suatu gedung/bangunan sebagai pengguna energi listrik 
Jaringan Listrik Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Admin

No comments:

Berlangganan Via Email