VLSM ( Variable Length Subnet Mask ) pada Jaringan KOmputer

Perhitungan IP Address menggunakan metode VLSM adalah metode yang berbeda dengan memberikan suatu Network Address lebih dari satu subnet mask, jika menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnet mask saja, perbedaan yang mendasar disini juga adalah terletak pada pembagian blok, pembagian blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Address yang telah diberikan kepadanya atau dengan kata lain sebagai IP address local dan IP Address ini tidak dikenal dalam jaringan internet, namun tetap dapat melakukan koneksi kedalam jaringan internet, hal ini terjadi dikarenakan jaringan internet hanya mengenal IP Address berkelas.

Metode VLSM ataupun CIDR pada prinsipnya sama yaitu untuk mengatasi kekurangan IP Address dan dilakukannya pemecahan Network ID guna mengatasi kekerungan IP Address tersebut. Network Address yang telah diberikan oleh lembaga IANA jumlahnya sangat terbatas, biasanya suatu perusahaan baik instansi pemerintah, swasta maupun institusi pendidikan yang terkoneksi ke jaringan internet hanya memilik Network ID tidak lebih dari 5 – 7 Network ID (IP Public).

Dalam penerapan IP Address menggunakan metode VLSM agar tetap dapat berkomunikasi kedalam jaringan internet sebaiknya pengelolaan network-nya dapat memenuhi persyaratan ; routing protocol yang digunakan harus mampu membawa informasi mengenai notasi prefix untuk setiap rute broadcastnya (routing protocol : RIP, IGRP, EIGRP, OSPF dan lainnya, bahan bacaan lanjut protocol routing : CNAP 1-2), semua perangkat router yang digunakan dalam jaringan harus mendukung metode VLSM yang menggunakan algoritma penerus packet informasi. Tahapan perihitungan menggunakan VLSM IP Address yang ada dihitung menggunakan CIDR selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan VLSM, sebagai contoh :

130.20.0.0/20
Kita hitung jumlah subnet terlebih dahulu menggunakan CIDR, maka didapat
11111111.11111111.11110000.00000000 = /20
Jumlah angka binary 1 pada 2 oktat terakhir subnet adalah 4 maka

Jumlah subnet = (2x) = 24 = 16
Maka blok tiap subnetnya adalah :
Blok subnet ke 1 = 130.20.0.0/20
Blok subnet ke 2 = 130.20.16.0/20
Blok subnet ke 3 = 130.20.32.0/20
Dst … sampai dengan
Blok subnet ke 16 = 130.20.240.0/20

Selanjutnya kita ambil nilai blok ke 3 dari hasil CIDR yaitu 130.20.32.0 kemudian :
  • dipecah menjadi 16 blok subnet, dimana nilai 16 diambil dari hasil
    perhitungan subnet pertama yaitu /20 = (2x) = 24 = 16
  • nilai subnet di ubah tergantung kebutuhan untuk pembahasan ini
    kita gunakan /24, maka didapat 130.20.32.0/24 kemudian diperbanyak
    menjadi 16 blok lagi sehingga didapat 16 blok baru yaitu :
    Blok subnet VLSM 1-1 = 130.20.32.0/24
    Blok subnet VLSM 1-2 = 130.20.33.0/24, dst..sampai ke 16
  • Selanjutnya kita ambil kembali nilai ke 1 dari blok subnet VLSM 1-1 yaitu
    130.20.32.0 kemudian kita pecah menjadi 16:2 = 8 blok subnet lagi, namun
    oktat ke 4 pada Network ID yang kita ubah juga menjadi 8 blok kelipatan dari 32
  • sehingga didapat :
    Blok subnet VLSM 2-1 = 130.20.32.0/27
    Blok subnet VLSM 2-2 = 130.20.32.32/27
    Blok subnet VLSM 2-3 = 130.20.33.64/27
    Blok subnet VLSM 2-4 = 130.20.34.96/27
    Blok subnet VLSM 2-5 = 130.20.35.128/27
    Blok subnet VLSM 2-6 = 130.20.36.160/27, dst

VLSM ( Variable Length Subnet Mask ) pada Jaringan KOmputer Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Admin

No comments:

Berlangganan Via Email