Publikasi karya ilmiah

Publikasi penting dilakukan agar karya ilmiah dapat dibaca banyak orang.
Mempublikasikan tulisan berarti kita mengibarkan bendera keilmuan kita. Di samping
kemampuan yang sudah kita miliki, hal penting dalam publikasi tulisan adalah keberanian
kita untuk mengirimkannya kepada media yang relevan dan kesiapan kita untuk dikritik
orang lain.
Menulis untuk  media  massa  berarti menulis untuk kepentingan publik. Oleh karena
itu, tulisan yang dibuat harus disesuaikan dengan kebutuhan publik. Media massa (koran,
majalah, jurnal) merupakan alat yang efektif untuk menyebabkan pikiran dan gagasan
seorang penulis. Persoalannya, bagaimakah tulisan yang cocok untuk media massa tersebut.

1.  Tulisan harus actual
Media selalu menyajikan informasi actual yang terjadi setiap saat. Informasi actual
tersebut menjadi syarat bagi keberlangsungan sebuah media. Oleh karena masyar akat
hanya menghendaki informasi actual yang disajikan sebuah media.  Informasi terkini
bukan hanya disajikan dalam ruang berita, tetapi juga dalam ruang opini. Seorang penulis
opini, mau tidak mau, harus mengikuti perkembangan informasi agar dia bisa menulis
sesuatu yang actual. Aktualitas berita biasanya menjadi penilaian utama seorang editor
media untuk menentukan apakah sebuah tulisan layak dimuat atau tidak.

2.  Tulisan harus menarik
Di samping actual, tulisan tersebut harus menarik. Hal ini berarti sebuah tulisan harus
disajikan dengan gaya yang mempersona dan mengambil tema-tema yang menarik
perhatian pembaca. Menarik secara penyajian berkonsekuensi pada gaya penulisan
seseorang. Kita sering membaca tulisan yang datar-datar saja, tidak komunikatif, dan
kurang mengundang ―kepenasaranan‖ pembaca. Secara tema, menarik berarti
mengundang perhatian karena tema tersebut dibutuhkan oleh para pembaca.

3.  Tulisan harus padat isi
Karena kolom media sangat terbatas, sementara media harus memuat banyak hal, dengan
demikian bahasa yang disajikan media harus padat isinya.  Tulisan di media harus
langsung menyentuh persolan yang dibahas atau diulas. Penulis tidak boleh berpanjang -panjang bercerita. Tulisan yang berfokus menjadi syarat sebuah tulisan untuk layak
dimuat disebuah media. Oleh karena itu, media biasanya membatasi jumlah halaman atau
bait kata untuk sebuah tulisan

4.  Tulisan harus bermanfaat
Tulisan yang actual, menarik, dan disajikan padat isi belumlah cukup syarat untuk
dimuat. Tulisan juga harus bermanfaat  bagi pembaca. Penerbit koran dan majalah adalah
para pekerja professional yang menggantungkan hidupnya dari penerbitan.  Mereka hanya
memuat tulisan-tulisan yang ―laku dijual‖ kepada konsumennya. Tulisan dimaksud adalah
yang mengandung manfaat bagi pembaca. Oleh karena itu, tulisan artikel, kolom, opini,
esai dll. merupakan tulisan-tulisan yang tersaji di media dan harus ditulis dengan penuh
kebermanfaatan bagi pembaca.

Ketentuan di atas tidak seluruhnya berlaku untuk karya tulis ilmiah, mengingat
banyak karya tulis ilmiah yang tidak mengandung unsur aktualitas, namun bermanfaat bagi
pembaca.  Oleh karena itu media yang berbeda menghendaki jenis dan karakteristik tulisan
yang berbeda. Namun secara prinsip tulisan yang bermanfaat dan bernilai apabila tulisan
tersebut dipublikasikan kepada khalayak.


Pustaka Rujukan
Alwasilah, A. Chaedar dan Senny Suzanna Alwasilah. 2005.  Pokoknya Menulis, Cara Baru
Menulis dengan Metode Kolaborasi. Bandung: Penerbit Kiblat.
Anggarani, Asih dkk. 2006.  Mengasah Keterampilan Menulis Ilmiah di Perguruan Tinggi.
Jakarta: Graha Ilmu.
Hairston, Maxine. 1986. Contemporary Composition. Boston: Hougton Mifflin Company.
McCrimmon. 1984. Writing with a Purpose. Boston: Hougton Mifflin Company.
Publikasi karya ilmiah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Admin

No comments:

Berlangganan Via Email