Jenis-jenis Karya ilmiah

Karya tulis ilmiah secara umum dapat dikelompokkan ke dalam dua  kategori, yakni
KTI  sebagai laporan hasil pengkajian/penelitian,  dan KTI berupa hasil pemikiran yang
bersifat ilmiah.  Keduanya dapat disajikan dalam bentuk laporan hasil penelitian,  buku, diktat,
modul, karya terjemahan, makalah, tulisan di jurnal, atau berupa artikel yang dimuat di media
masa.    Namun, karya yang dimuat di media massa (koran, majalah) sebagian orang
menyebutnya sebagai jenis karya tulis ilmiah populer. Penamaan ini didasarkan pada prinsip
bahwa koran dan majalah merupakan media populer yang penggunaan bahasanya tidak resmi
dan baku sebagaimana bahasa yang harus disajikan dalam laporan penelitian. Namun
demikian, KTI populer ini juga mendapatkan penghargaan walaupun dengan nilai yang
berbeda dari karya tulis lainnya.
Menurut Soehardjono (2006) meskipun berbeda macam dan besaran angka kreditnya,
semua KTI (sebagai tulisan yang bersifat ilmiah) mempunyai kesamaan, yaitu hal yang
dipermasalahkan berada pada kawasan pengetahuan keilmuan kebenaran isinya mengacu
kepada kebenaran ilmiah kerangka sajiannya mencerminan penerapan metode ilmiah
tampilan fisiknya sesuai dengan tata cara penulisan karya ilmiah.  Salah satu bentuk KTI yang
cenderung banyak dilakukan adalah KTI hasil penelitian perorangan (mandiri) yang tidak
dipublikasikan tetapi didokumentasikan di perpustakaan sekolah dalam bentuk makalah
(angka kredit 4).
Secara lebih rinci beberapa contoh jenis karya ilmiah tersebut dapat diuraikan berikut
ini.

a) Laporan hasil penelitian
Laporan hasil penelitian dilakukan sebagai bukti bahwa seseorang telah melakukan
penelitian. Laporan  hasil penelit ian disusun berdasarkan langkah-langkah penelitian dan
temuan yang diperoleh pada saaat penelitian  dilakukan. Laporan hasil penelitian memuat hal-hal yang sejak awal penelitian (proposal penelitian) disusun oleh peneliti untuk dilaporkan.
Laporan hasil penelitian mencakup hal-hal berikut: pendahuluan, landasan teori, metode
penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, kesimpulan dan saran.  Komponen-komponen ini
merupakan hal-hal pokok dalam laporan penelit ian, meskipun penyusunannya didasarkan
pada gaya selingkung setiap institusi atau lembaga.
Dengan demikian salah satu karakteristik yang harus ada dalam laporan penelitian
adalah sistematika laporan yang berurutan sebagaimana dikemukakan di atas. Laporan yang
demikian menunjukkan kerangka penelitian yang sistematis dan lazim digunakan dalam
dunia akademik. Laporan penelitian juga harus memperhatikan aspek lainnya di luar
sistematika di atas, yakni bahasa yang digunakan harus menggunakan bahasa Indonesia
ilmiah, isi yang dituliskan harus benar -benar hasil penelitian yang dilakukan. Data yang
dicantumkan harus objektif berdasarkan temuan dan teori yang disajikan harus mendukung
data dan temuan penelitian.
Menurut Soehardjono (2006)  laporan penelitian harus memenuhi kriteria  kriteria
―APIK,‖  yakni  asli, penelitian harus merupakan karya asli penyusunnya, bukan merupakan
plagiat, jiplakan, atau disusun dengan niat dan prosedur yang tidak jujur. Syarat utama karya
ilmiah adalah kejujuran.  Ilmiah, penelitian harus berbentuk, berisi, dan dilakukan sesuai
dengan kaidah-kaidah kebenaran ilmiah. Penelitian harus benar, baik teorinya, faktanya
maupun analisis yang digunakannya.  Konsisten, penelitian harus disusun sesuai dengan
kemampuan penyusunnya.  Bila penulisnya seorang guru, maka penelitian haruslah berada
pada bidang kelimuan yang sesuai dengan kemampuan guru tersebut.
Mengingat penelitian sesungguhnya ikhtiar kita untuk menjawab persoalan melalui
data dan fakta lapangan, maka hal yang harus diperhatikan adalah apa masalah penelitian,
bagaimana masalah dirumuskan, metode apa yang digunakan untuk menyelesaikan masalah,
apa temuan penting, dan apa kesimpulan yang diperoleh.  Inilah inti dilakukannya sebuah
penelitian.

b) Makalah
Makalah sering diartikan sebagai sebuah karya ilmiah yang memuat topik tertentu
yang disajikan pada sebuah forum ilmiah atau disusun untuk sebuah kepentingan tertentu,
misalnya tugas kuliah.  Makalah dapat dihasilkan dari sebuah penelitian, namun juga dapat
dihasilkan dari hasil pemikiran dan kajian literatur yang memadai. Namun, fokus makalah
harus disusun berdasarkan sebuah topik keilmuan tertentu.
Makalah dapat dikategorikan ke dalam makalah biasa (comman paper) dan makalah
posisi (position paper) (UPI, 2007:5).  Makalah biasa disusun para mahasiswa untuk
menyelesaikan tugas perkuliahan. Sementara makalah posisi disusun untuk menentukan
sebuah posisi keilmuan (teoretik). Makalah posisi tidak hanya mendeskripsikan masalah atau
topik teoretis yang dibahas, namun juga menunjukkan di mana posisi makalah (penulis)
dalam topik teoretis tersebut.
Makalah memiliki beberapa karakteritik berikut ini (UPI, 2007:5).
1)   Merupakan hasil kajian pustaka dan atau laporan pelaksanaan suatu kegiatan lapangan
yang sesuai dengan cakupan permasalahan suatu bidang keilmuan;
2)   Mengilustrasikan pemahaman penulisnya tentang permasalahan teoretis yang dikaji atau
kemampuan penulisnya dalam menerapkan suatu prosedur, prinsip, atau teori yang
berhubungan bidang keilmuan;
3) Menunjukkan kemampuan pemahaman  penulisnya terhadap isi dari berbagai sumber yang
digunakan;
4) Mendemonstrasikan kemampuan penulisnya meramu berbagai sumber informasi dalam
suatu kesatuan sintesis yang utuh.

c) Artikel jurnal ilmiah
Artikel jurnal disusun untuk kepentingan publikasi karya ilmiah penulisnya dan
menentukan posisi keilmuan seseorang. Artikel jurnal ilmiah dapat disusun berdasarkan hasil
sebuah penelitian atau hasil pemikiran yang disertai kaj ian kepustakaan yang relevan dan
komprehensif.  Artikel jurnal ilmiah disusun berdasarkan panduan umum penulisan artikel
jurnal dan gaya selingkung yang ditetapkan oleh masing -masing pengelola jurnal.
Penulisan artikel jurnal ilmiah disusun berdasarkan sistematika: judul, penulis,
abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil penelitian, pembahasan, kesimpulan dan
saran. Sementara itu artikel yang disusun berdasarkan hasil pemikiran disusun sebagai
berikut: judul, penulis, abstrak, kata kunci, pendahulua n, isi (terdiri atas beberapa subtopik),
dan simpulan.
Prinsip utama tulisan jurnal adalah spesifik dan mendalam. Spesifik artinya tulisan
yang disajikan harus memuat bidang keilmuan yang khusus, tidak bersifat umum. Oleh
karena itu, penulis jurnal harus  orang yang memiliki keilmuan di bidangnya. Penulis jurnal
adalah seorang spesialis, bukan generalis. Mendalam berarti kajian yang disajikan harus
benar-benar menyentuh esensi keilmuan atau esensi topik yang dibahasnya.
Jenis-jenis Karya ilmiah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

No comments:

Berlangganan Via Email