Rangkaian Listrik Dasar

  Apa itu Rangkaian Listrik?
Rangkaian Listrik merupakan dasar dari teori rangkaian pada Teknik Elektro yang menjadi basis bagi ilmu-ilmu lainnya seperti elektronika, sistem daya, sistem komputer, mesin, dan teori kontrol.
Rangkaian Listrik  adalah suatu kumpulan elemen atau komponen Listrik yang saling dihubungkan dengan cara-cara tertentu dan paling sedikit mempunyai satu lintasan tertutup.
  1. Elemen Listrik dua terminal :
    • Sumber tegangan
    • Sumber arus
    • Resistor (R)
    • Induktor (L)
    • Kapasitor (C)
  2. Elemen Listrik lebih dari dua terminal
  • Transistor
  • IC
Terminal adalah ujung dari element yang merupakan pangkal untuk koneksi atau hubungan dengan elemen lain. Elemen-elemen listrik pada Rangkaian Listrik dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu elemen aktif dan elemen pasif.

Elemen aktif adalah elemen yang menghasilkan energi, dalam hal ini adalah sumber tegangan dan sumber arus. Elemen pasif adalah elemen yang tidak dapat menghasilkan energi. Elemen pasif dapat dikelompokkan menjadi elemen yang hanya dapat menyerap energi, contohnya terdapat pada resistor/tahanan/hambatan dengan simbol R, dan elemen pasif yang dapat menyimpan energi yang diklasifikasikan lagi menjadi dua yaitu elemen pasif yang dapat menyimpan energi dalam bentuk magnet yaitu induktor/lilitan/belitan/kumparan. Jadi pengelompokkan elemen listrik dapat di gambarkan seperti gambar dibawah ini :
Rangkaian adalah interkoneksi dari sekumpulan elemen atau komponen ditambahkan dengan rangkaian penghubungnya, yaitu disusun dengan cara-cara tertentu dan minimal memiliki satu lintasan tertutup.
Yang dimaksud dengan satu lintasan tertutup adalah satu lintasan yang dimulai dari suatu titik dan kembali lagi ke titik tersebut tanpa terputus dan tanpa memandang seberapa jauh atau dekat lintasan itu.
  1. Arus
Arus digambarkan dengan simbol I (berasal dari kata Perancis : intensite), didefinisikan sebagai perubahan kecepatan muatan terhadap waktu. Atau, pengertian lainnya adalah muatan yang mengalir dalam satuan waktu. Jadi arus sebenarnya adalah muatan yang bergerak. Selama muatan tersebut bergerak maka akan muncul arus, tetapi ketika muatan tersebut diam maka arus pun akan hilang. Muatan akan bergerak jika ada energi luar yang mempengaruhinya.
Muatan adalah satuan terkecil dari atom atau dubbagian dari atom. Muatan terdiri dari dua jenis yaitu muatan positif dan muatan negatif. Arah arus listrik searah dengan arah muatan positif atau berlawanan arah dengan aliran elektron. Suatu partikel dapat menjadi muatan posif apabila kehilangan elektron, dan menjadi muatan negatif apabila menerima elektron dari partikel lain.
Coulomb adalah unit dasar dari International System of Unit (SI) yang digunakan untuk mengukur muatan listrik.
Simbol : 
Q = muatan konstan
q = muatan listrik
muatan 1 elektro = 
muatan 1 coulomb = 
Secara matematis, arus didefinisikan: 
Satuan arus ; Ampere (A)
Macam-macam arus :
  • Arus Searah (Direct Current/DC)
Arus DC adalah arus yang mempunyai nilai polaritas yang tetap atau konstan terhadap satuan waktu, artinya di mana pun kita meninjau arus tersebut pada waktu berbeda akan mendapatka nilai polaritas yang sama. Nilai polaritas bisa selalu bernilai positif atau pun selalu bernilai negatif.
Gambar grafik arus searah

Arus AC adalah arus yang mempunyai nilai polaritas yang berubah-ubah terhadap saluran waktu. Pada satu waktu nilai polaritasnya positif, tetapi pada selang waktu lain nilai polaritasnya negatif.
Gambar grafik arus bolak-balik
 
Rangkaian Listrik Dasar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: budis

No comments:

Berlangganan Via Email